Mayoritas Gen Z dan Milenial Gunakan Paylater untuk Mengatur Keuangan

Minggu, 22 Desember 2024 - 08:11 WIB
Laporan yang sama menunjukkan 48% responden menggunakan paylater untuk kebutuhan rutin, termasuk kebutuhan rumah tangga. Selain itu, paylater mendapatkan respons yang positif. Di mana dua dari tiga pengguna merasa nyaman menggunakan layanan ini, serta menganggapnya bermanfaat dan positif.

Secara terperinci, paylater dianggap bermanfaat karena proses aplikasi yang sederhana dan cepat (63,1%), penyedia layanan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (61,4%), serta bisa dipakai untuk berbagai kebutuhan (52,2%).

Survei ini juga mengungkap paylater telah menjadi alternatif pembiayaan bagi generasi z dan milenial, terutama jika kondisi keuangan sedang mendesak. Sebagai gambaran, sekitar 51,9% responden mengaku memiliki keterbatasan dalam urusan keuangan. Di saat yang sama, sebanyak 48,1% responden menyatakan keuangannya sehat.

Secara mendetail, KIC melakukan perbandingan ke mana pengguna paylater mencari pendanaan dalam kondisi mendesak, terutama pada era sebelum dan sesudah pembiayaan online. Hasilnya, generasi z dan milenial yang semula merelakan tabungannya, atau meminjam ke orang lain, beralih ke paylater jika membutuhkan bantuan keuangan karena kondisi mendesak.

Berdasarkan survei, setelah era pembiayaan online, persentase generasi z dan milenial yang meminta bantuan ke teman/keluarga menurun dari 43,9% menjadi 23,2%. Demikian pula untuk persentase masyarakat yang memakai tabungan sebesar 26% dari sebelumnya 44,6%. Bahkan, survei yang sama menemukan 66,7% generasi z dan milenial telah menjadi pengguna paylater setelah era pembiayaan online.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!