SIG Bantu Kelompok Peternak Puyuh Andalas Memproduksi 4.000 Telur per Hari
Selasa, 14 Januari 2025 - 20:23 WIB
Semen Indonesia membantu kelompok usaha peternakan Puyuh Andalas untuk tumbuh dan berkembang. FOTO/dok.SINDOnews
JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk ( SIG ) terus membuktikan komitmennya untuk membantu pengusaha lokal maju dan berkembang seperti kelompok usaha peternakan Puyuh Andalas yang berhasil mengembangkan bisnis burung puyuh petelur. Kelompok usaha ini mampu memproduksi hingga 4.000 butir telur puyuh per hari yang dipasok ke pasar tradisional hingga swalayan dan pusat perbelanjaan di Kabupaten Aceh Besar dengan omzet Rp1,5 juta per hari atau mencapai Rp45 juta per bulan.
Kelompok usaha Puyuh Andalas atau Pulas didirikan oleh lima sekawan, antara lain Azwar, Muhammad Ikhsan, Firdaus, Heri Afriadi, dan Riski Kurniawansyah. Produsen telur puyuh dengan merek Lampoh Kutam ini mulai menjalankan usahanya pada 2021 di Gampong Lampaya, Lhoknga, Aceh Besar atau wilayah ring 1 Pabrik SIG di Lhoknga, yang dioperasikan oleh unit usaha SIG, yaitu PT Solusi Bangun Andalas.
Baca Juga: Ekspansi ke IKN, Semen Indonesia Suntik Entitas Usaha Rp22,5 Miliar
Anggota kelompok usaha Puyuh Andalas, Muhammad Ikhsan mengatakan, usaha yang dirintis bersama empat sahabatnya tersebut awalnya dijalankan secara mandiri dengan berbekal 300 ekor burung puyuh petelur. Seiring berjalannya waktu, usaha tersebut menghadapi kendala akibat kurangnya modal dan fasilitas pendukung, sehingga kelompoknya berinisiatif meminta dukungan kepada SBA.
Kelompok usaha Puyuh Andalas atau Pulas didirikan oleh lima sekawan, antara lain Azwar, Muhammad Ikhsan, Firdaus, Heri Afriadi, dan Riski Kurniawansyah. Produsen telur puyuh dengan merek Lampoh Kutam ini mulai menjalankan usahanya pada 2021 di Gampong Lampaya, Lhoknga, Aceh Besar atau wilayah ring 1 Pabrik SIG di Lhoknga, yang dioperasikan oleh unit usaha SIG, yaitu PT Solusi Bangun Andalas.
Baca Juga: Ekspansi ke IKN, Semen Indonesia Suntik Entitas Usaha Rp22,5 Miliar
Anggota kelompok usaha Puyuh Andalas, Muhammad Ikhsan mengatakan, usaha yang dirintis bersama empat sahabatnya tersebut awalnya dijalankan secara mandiri dengan berbekal 300 ekor burung puyuh petelur. Seiring berjalannya waktu, usaha tersebut menghadapi kendala akibat kurangnya modal dan fasilitas pendukung, sehingga kelompoknya berinisiatif meminta dukungan kepada SBA.
Lihat Juga :