Bergeser ke Ekonomi Perang, Nilai Kontraktor Senjata Terbesar Jerman Melewati VW

Sabtu, 15 Maret 2025 - 12:28 WIB
Volkswagen terkunci dalam pertempuran sengit dengan serikat pekerja tahun lalu yang mengakibatkan pemotongan kapasitas produksi yang cukup besar, hingga bakal memangkas tenaga kerjanya secara signifikan.

Di sisi lain kekuatan yang mendorong penurunan Volkswagen berkontribusi pada kebangkitan industri pertahanan. Invasi Rusia, yang mendongkrak biaya bagi pembuat mobil Jerman, sekarang hadir sebagai peluang bisnis bagi kontraktor pertahanan negara itu.

Di tengah latar belakang ancaman Trump untuk menarik semua dukungan untuk Ukraina dan menarik AS keluar dari NATO, Uni Eropa memetakan rencana untuk menghabiskan hingga USD840 juta dalam program persenjataan di seluruh Eropa.

Sementara itu koalisi baru Jerman menyetujui rencana untuk menghabiskan lebih dari USD500 juta yang terkait perombakan infrastruktur, yang bertujuan untuk menarik negara itu keluar dari pertumbuhan ekonomi negatif selama dua tahun berturut-turut.

Selain itu, negara memanaskan rencana mengubah rem utangnya yang sudah lama ada untuk membebaskan pengeluaran pertahanan di atas 1% dari PDB dari perhitungan batas utang yang ketat di negara itu. Secara total, paket pengeluaran Jerman, yang sedang diperdebatkan di parlemen, bisa mencapai USD1,3 triliun.

Baca Juga: Perang Ukraina Bikin Kontraktor Pertahanan Ketiban Untung, BAE Systems Teken Kesepakatan Rp85,1 T

Tingkat komitmen yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk pengeluaran pertahanan dalam sejarah Uni Eropa telah terbukti menjadi angin segar bagi kontraktor pertahanan Eropa. Selain Rheinmetall, nilai perusahaan pertahanan seperti Thales dan BAE juga mengalami peningkatan nilainya pada tahun ini, dengan masing-masing kelompok melaporkan pembengkakan pesanan saat Eropa berusaha untuk mempersenjatai kembali.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!