Fakta-fakta Orang Terkaya Hong Kong yang Bikin Marah China usai Jual Pelabuhan Panama ke AS
Senin, 31 Maret 2025 - 10:31 WIB
Tetapi Li mendapatkan kritik keras atas beberapa keputusan bisnis yang diambilya. Salah satunya ketika dia menjual beberapa aset China daratan pada tahun 2015, sebuah artikel yang diterbitkan oleh think tank yang berafiliasi dengan kantor berita resmi China Xinhua menuduhnya tidak bermoral.
Selama protes pro-demokrasi pada tahun 2019, Li juga mendapatkan kecaman dari beberapa pendukung pro-Beijing karena ambivalensinya yang dirasakan tentang kerusuhan tersebut. Beberapa pemimpin bisnis Hong Kong lainnya mengadopsi sikap yang lebih keras.
Jika disepakati, kesepakatan itu bernilai hampir USD23 miliar termasuk utang USD5 miliar, akan memberi konsorsium kendali atas 43 pelabuhan di 23 negara, termasuk pelabuhan Balboa dan Cristobal, yang terletak di kedua ujung kanal. Transaksi tersebut tidak termasuk pelabuhan di Hong Kong atau China daratan. CK Hutchison mengatakan, transaksi itu murni bersifat komersial.
Namun komentar yang beredar dalam platform media sosial China Weibo cenderung lebih kritis daripada menguntungkan Li.
Kepala Eksekutif, John Lee menghindari kritik langsung terhadap kesepakatan itu atau Trump, tetapi mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintahnya menentang taktik intimidasi dalam hubungan ekonomi dan perdagangan internasional, serta menegaskan kembali sikap Beijing.
George Chen selaku direktur pelaksana untuk Hong Kong di The Asia Group, sebuah perusahaan konsultan bisnis dan kebijakan yang berkantor pusat di Washington, mengatakan Beijing mungkin kecewa karena hampir tidak punya waktu untuk merancang tanggapan sebelumnya.
Pelabuhan adalah aset strategis yang berharga dan transaksi yang melibatkan mereka selalu sensitif, kata Wilson Chan, salah satu pendiri Pagoda Institute, sebuah lembaga yang fokus pada kebijakan publik dan ekonomi politik global.
Tidak jelas apakah tekanan dari Beijing akan mempengaruhi kesepakatan itu, yang harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah Panama. Chan mengutarakan, membatalkan kesepakatan itu bakal berisiko.
Selama protes pro-demokrasi pada tahun 2019, Li juga mendapatkan kecaman dari beberapa pendukung pro-Beijing karena ambivalensinya yang dirasakan tentang kerusuhan tersebut. Beberapa pemimpin bisnis Hong Kong lainnya mengadopsi sikap yang lebih keras.
3. Kesepakatan pelabuhan Panama
CK Hutchison pada 4 Maret 2025 lalu, mengumumkan bahwa mereka akan menjual semua sahamnya di Hutchison Port Holdings dan di Hutchison Port Group Holdings ke konsorsium yang juga mencakup anak perusahaan BlackRock Global Infrastructure Partners dan Terminal Investment Limited, yang diketuai oleh keturunan pelayaran Italia Diego Aponte, yang keluarganya dilaporkan sudah lama memiliki hubungan dengan Li.Jika disepakati, kesepakatan itu bernilai hampir USD23 miliar termasuk utang USD5 miliar, akan memberi konsorsium kendali atas 43 pelabuhan di 23 negara, termasuk pelabuhan Balboa dan Cristobal, yang terletak di kedua ujung kanal. Transaksi tersebut tidak termasuk pelabuhan di Hong Kong atau China daratan. CK Hutchison mengatakan, transaksi itu murni bersifat komersial.
Namun komentar yang beredar dalam platform media sosial China Weibo cenderung lebih kritis daripada menguntungkan Li.
Kepala Eksekutif, John Lee menghindari kritik langsung terhadap kesepakatan itu atau Trump, tetapi mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintahnya menentang taktik intimidasi dalam hubungan ekonomi dan perdagangan internasional, serta menegaskan kembali sikap Beijing.
4. Pelabuhan, aset strategis
Beberapa laporan yang belum dikonfirmasi menunjukkan para pemimpin China marah karena tidak dilibatkan sebelumnya tentang kesepakatan tersebut.George Chen selaku direktur pelaksana untuk Hong Kong di The Asia Group, sebuah perusahaan konsultan bisnis dan kebijakan yang berkantor pusat di Washington, mengatakan Beijing mungkin kecewa karena hampir tidak punya waktu untuk merancang tanggapan sebelumnya.
Pelabuhan adalah aset strategis yang berharga dan transaksi yang melibatkan mereka selalu sensitif, kata Wilson Chan, salah satu pendiri Pagoda Institute, sebuah lembaga yang fokus pada kebijakan publik dan ekonomi politik global.
Tidak jelas apakah tekanan dari Beijing akan mempengaruhi kesepakatan itu, yang harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah Panama. Chan mengutarakan, membatalkan kesepakatan itu bakal berisiko.
Lihat Juga :