Arus Balik, Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Energi di Maluku
Minggu, 06 April 2025 - 10:41 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama rombongan melakukan peninjauan di SPBU 84.971.05 Wayame dan Integrated Terminal Wayame, Ambon. FOTO/Dok.
JAKARTA - Pertamina Patra Niaga memperkuat pemantauan dan distribusi energi di wilayah Maluku guna memastikan ketersediaan, serta mendukung kelancaran perjalanan arus balik Lebaran masyarakat.Pertamina Patra Niaga telah menerapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga kelancaran distribusi energi di wilayah Papua-Maluku.
Direktur Rekayasa dan Infrastruktur Darat Pertamina Patra Niaga Eduward Adolof Kawi menjelaskan, dengan kondisi geografis yang terdiri dari pulau-pulau serta tantangan cuaca yang dapat memengaruhi distribusi, Pertamina Patra Niaga telah mengambil langkah antisipatif dengan memperkuat stok dan jaringan distribusi, khususnya di daerah wisata yang mengalami peningkatan konsumsi selama periode libur Lebaran.
Baca Juga: Arus Balik Minggu Pagi Ini, Tol Cipali-Palikanci dan Pantura Cirebon Ramai Lancar
"Maluku sangat bergantung pada cuaca untuk kelancaran distribusi energi. Kami memastikan stok energi tetap terjaga, dan langkah antisipatif telah dilakukan untuk mengatasi hambatan yang mungkin timbul akibat cuaca buruk atau bencana alam," ungkap Eduward melalui keterangan pers, Minggu (6/4/2025).
Direktur Rekayasa dan Infrastruktur Darat Pertamina Patra Niaga Eduward Adolof Kawi menjelaskan, dengan kondisi geografis yang terdiri dari pulau-pulau serta tantangan cuaca yang dapat memengaruhi distribusi, Pertamina Patra Niaga telah mengambil langkah antisipatif dengan memperkuat stok dan jaringan distribusi, khususnya di daerah wisata yang mengalami peningkatan konsumsi selama periode libur Lebaran.
Baca Juga: Arus Balik Minggu Pagi Ini, Tol Cipali-Palikanci dan Pantura Cirebon Ramai Lancar
"Maluku sangat bergantung pada cuaca untuk kelancaran distribusi energi. Kami memastikan stok energi tetap terjaga, dan langkah antisipatif telah dilakukan untuk mengatasi hambatan yang mungkin timbul akibat cuaca buruk atau bencana alam," ungkap Eduward melalui keterangan pers, Minggu (6/4/2025).
Lihat Juga :