Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:00 WIB
loading...
Selat Hormuz Dibuka,...
Harga minyak dunia turun tajam setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz. FOTO/The Telegraph
A A A
JAKARTA - Harga minyak dunia turun tajam setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz. Meski demikian, para analis energi memperingatkan pemulihan penuh arus minyak dan gas global ke tingkat sebelum perang diperkirakan membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan hingga bertahun-tahun untuk beberapa sektor.

"Setidaknya dibutuhkan empat bulan untuk kembali mencapai 80% dari arus energi sebelum konflik," ujar Kepala Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), Sultan Ahmed Al Jaber, seperti dikutip The New York Times, Rabu (17/6/2026).

Kesepakatan yang diumumkan pada Minggu dan dijadwalkan ditandatangani pada 19 Juni tersebut akan membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang sempat ditutup Iran pada akhir Februari setelah pecahnya konflik dengan Amerika Serikat. Namun, para pakar menilai tantangan logistik untuk memulihkan perdagangan energi melalui salah satu jalur maritim terpenting dunia masih sangat besar.

Baca Juga: Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah

Capital Economics memproyeksikan arus energi global baru akan mencapai sekitar 80 persen dari tingkat sebelum perang pada September mendatang. Sementara itu, laporan Reuters menyebut ladang-ladang minyak yang terdampak penutupan selat kemungkinan hanya mampu kembali berproduksi sekitar 70% dalam tiga bulan pertama dan mencapai 90% dalam enam bulan, dengan asumsi pemulihan dilakukan secara bertahap.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Paksa Bank Sentral Terus Sesuaikan Kebijakan Moneter
AS-Iran Mendadak Gencatan...
AS-Iran Mendadak Gencatan Senjata, Harga Minyak Merosot Tajam hingga 5%
Selama Perang dengan...
Selama Perang dengan AS, Penjualan Minyak Iran Tembus Rp323 Triliun
Ramalan Goldman Sachs...
Ramalan Goldman Sachs soal Harga Minyak Dunia Diwarnai Skenario Buruk Tembus USD145 per Barel
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
Mojtaba Khamenei kepada...
Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah: Tak Ada Jalan Lain Selain Jihad Melawan AS dan Israel
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
Rekomendasi
Sindikat Buzzer Penyebar...
Sindikat Buzzer Penyebar Hoaks Dibongkar Polda Metro Jaya, Polisi Tangkap 8 Tersangka
Cetak Hattrick, Mitchell...
Cetak Hattrick, Mitchell Baker Jadi Pemain Terbaik saat Timnas Indonesia Libas Kamboja
Hattrick Mitchell Baker...
Hattrick Mitchell Baker Jadi Angin Segar Lini Serang Timnas Indonesia
Berita Terkini
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Paksa Bank Sentral Terus Sesuaikan Kebijakan Moneter
Naik 5,6%, SIG Catat...
Naik 5,6%, SIG Catat Penjualan 18,27 Juta Ton di Semester I 2026
Media Asing Soroti Mundurnya...
Media Asing Soroti Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo, Uji Independensi Bank Indonesia
Perkuat Talenta Energi...
Perkuat Talenta Energi melalui Program GLOBE Berbasis AI, Pertamina Drilling Gandeng ELSA Business
7 Tahun Pimpin BI Sebelum...
7 Tahun Pimpin BI Sebelum Mundur, Perry Warjiyo Punya Karir Panjang dan Cemerlang
Ribuan Sengketa Pajak...
Ribuan Sengketa Pajak Bermunculan, Perbedaan Tafsir Masih Jadi Pemicu Utama
Infografis
Pasokan Melimpah, Jokowi...
Pasokan Melimpah, Jokowi Janji Harga Minyak Goreng Segera Turun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved