Dihantui Tarif 'Horor' Trump, Simak Prediksi IHSG Hari Ini

Selasa, 08 April 2025 - 08:28 WIB
Reza menyebut, penurunan indeks tampaknya justru diharapkan oleh sebagian pelaku pasar. Hal itu dimaksudkan agar harga saham-saham menjadi lebih murah dan bisa memungkinkan untuk pembelian lebih banyak.

"Di tengah kondisi kusut seperti ini kenapa banyak yang berharap terjadinya ARB dan trading halt alih-alih memberikan harapan dan optimisme ke para pelaku pasar? Atau memang ada oknum pelaku pasar yang benar-benar berharap terjadinya ARB sehingga bisa 'serok' lebih rendah lagi," ujar Reza.

Sementara, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik mengimbau kepada kalangan investor pasar modal dan juga masyarakat umum untuk tetap tenang dan tidak panik seiring dengan mulai diterapkannya tarif impor baru secara resiprokal oleh Amerika Serikat sejak 2 April 2025 lalu.

Jeffrey menjelaskan, berdasarkan data pelemahan yang terjadi, tekanan diklaim tidak terjadi secara signifikan di wilayah regional Asia, dan justru lebih membawa dampak pada negara-negara di Benua Eropa dan Amerika.

"Investor kami harapkan agar tetap tenang, tidak panik. Lakukan analisis secara cermat dan senantiasa mengambil keputusan investasi secara rasional," ujar Jeffrey.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!