Masih Banyak Aral bagi Indeks untuk Mengepal di Pekan Depan

Minggu, 06 September 2020 - 18:00 WIB
“Sedangkan S&P 500 naik 7,6% dan Dow 7% selama bulan Agustus. Ini merupakan kinerja 30 tahun terbaik untuk kedua indeks. Kami melihat saham teknologi sudah naik terlalu banyak akibat harapan perolehan keuntungan sebagai dampak pandemi. Peluang koreksi saham teknologi masih mungkin berlanjut,” ujarnya. ( Baca juga:Bappilu Demokrat Sebut Dukungan PDIP di Pilgub Sumbar Baru Lisan )

Selain itu, belum terlihat kemajuan negosiasi paket stimulus fiskal di Amerika Serikat. Partai Republik dan Demokrat belum menemukan titik temu terkait besarnya paket stimulus fiskal. Selanjutnya, perbaikan data tenaga kerja membuat tidak ada dorongan tambahan untuk mempercepat paket stimulus tersebut.

Kesepakatan stimulus menjadi lebih sulit karena menjelang pemilihan presiden pada 3 November. Senat Partai Republik dikabarkan akan mengajukan RUU bantuan Covid-19 pekan depan dengan menawarkan bantuan tambahan federal senilai USD500 miliar.

"Berlarut dan tidak ditemukannya kesepakatan paket stimulus fiskal merupakan sentimen negatif di pasar keuangan, tetapi sudah di-price in oleh pasar. Bila terjadi kesepakatan paket stimulus akan menjadi sentimen positif untuk mendorong pasar keuangan,” katanya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!