Sanksi AS Gagal Runtuhkan Moskow, Rusia Catat Pertumbuhan Ekonomi 4,1%
Senin, 28 April 2025 - 19:37 WIB
Pertumbuhan ekonomi Rusia yang mencapai 4,1% dalam dua tahun terakhir dinilai sebagai bukti kegagalan sanksi ekonomi yang dijatuhkan AS. FOTO/iStock Photo
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Rusia yang mencapai 4,1% dalam dua tahun terakhir dinilai sebagai bukti kegagalan sanksi ekonomi yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Dukungan negara-negara anggota BRICS serta agenda dedolarisasi dinilai berperan besar dalam menopang ketahanan ekonomi Moskwa.
Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Sergey Shoigu menegaskan sistem keuangan dan perbankan Rusia mampu bertahan di tengah tekanan. Dia mengatakan, perekonomian Rusia tetap tumbuh meski berada di bawah tekanan sanksi ekonomi dari negara-negara Barat.
"Selama dua tahun terakhir, ekonomi Rusia tumbuh 4,1 persen. Utang eksternal dan internal menurun, dan sistem keuangan menunjukkan ketahanan luar biasa," ujar Shoigu dalam keterangannya dilansir dari Watcher Guru, Senin (28/4/2025).
Baca Juga: Kim Jong-un Janji Bangun Monumen bagi Tentaranya yang Gugur di Perang Rusia
Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Sergey Shoigu menegaskan sistem keuangan dan perbankan Rusia mampu bertahan di tengah tekanan. Dia mengatakan, perekonomian Rusia tetap tumbuh meski berada di bawah tekanan sanksi ekonomi dari negara-negara Barat.
"Selama dua tahun terakhir, ekonomi Rusia tumbuh 4,1 persen. Utang eksternal dan internal menurun, dan sistem keuangan menunjukkan ketahanan luar biasa," ujar Shoigu dalam keterangannya dilansir dari Watcher Guru, Senin (28/4/2025).
Baca Juga: Kim Jong-un Janji Bangun Monumen bagi Tentaranya yang Gugur di Perang Rusia
Lihat Juga :