Indeks Literasi Keuangan Meningkat, Fintech Beri Kontribusi Penting
Senin, 02 Juni 2025 - 22:11 WIB
Dikemukakan oleh Brand Manager Kredit Pintar, Puji Sukaryadi pada saat membuka kegiatan ‘Kelas Pintar Bersama’ yang berlangsung di Ciseeng, Kabupaten Bogor, 31 Mei 2025, “Sebagai bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sehingga pemahaman dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan dapat lebih meningkat, maka selaras dengan hal itu, Kredit Pintar secara konsisten menginisiasi program edukasi melalui Kelas Pintar Bersama dan dalam kesempatan kali ini menyasar ibu rumah tangga dan masyarakat umum.”
Dalam kegiatan edukatif bertajuk,“Butuh Dana Tambahan? Pelajari Dulu yang Aman dan Sesuai!” acara ini merupakan bagian dari program literasi keuangan Kelas Pintar Bersama, yang dirancang untuk membekali masyarakat dengan pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan serta pemanfaatan layanan pembiayaan digital yang aman dan bertanggung jawab.
Dalam sesi literasi ini, para peserta diajak untuk memahami bahwa kebutuhan dana tambahan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan sehari-hari. Namun, penting bagi setiap individu untuk memahami manfaat serta risiko dari setiap pilihan pembiayaan, terutama yang berbasis digital.
Puji menambahkan, “Dengan pendekatan bahasa yang sederhana dan studi kasus nyata, peserta dikenalkan pada prinsip kehati-hatian dalam memilih layanan keuangan agar terhindar dari jebakan bunga tinggi atau penyedia ilegal yang tidak terdaftar di otoritas resmi.”
Dalam kegiatan edukatif bertajuk,“Butuh Dana Tambahan? Pelajari Dulu yang Aman dan Sesuai!” acara ini merupakan bagian dari program literasi keuangan Kelas Pintar Bersama, yang dirancang untuk membekali masyarakat dengan pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan serta pemanfaatan layanan pembiayaan digital yang aman dan bertanggung jawab.
Dalam sesi literasi ini, para peserta diajak untuk memahami bahwa kebutuhan dana tambahan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan sehari-hari. Namun, penting bagi setiap individu untuk memahami manfaat serta risiko dari setiap pilihan pembiayaan, terutama yang berbasis digital.
Puji menambahkan, “Dengan pendekatan bahasa yang sederhana dan studi kasus nyata, peserta dikenalkan pada prinsip kehati-hatian dalam memilih layanan keuangan agar terhindar dari jebakan bunga tinggi atau penyedia ilegal yang tidak terdaftar di otoritas resmi.”
Lihat Juga :