10 Kecelakaan Pesawat yang Paling Mematikan 25 Tahun Terakhir, 2 Milik Malaysia

Sabtu, 14 Juni 2025 - 12:43 WIB
Ilustrasi kecelakaan pesawat. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Kecelakaan pesawat Air India AI171 yang menewaskan 269 orang pekan lalu bukanlah insiden pertama yang mencoreng reputasi Boeing. Tragedi pada 12 Juni 2025 itu justru menjadi babak baru dalam catatan kelam produsen pesawat asal Amerika Serikat tersebut, yang dalam 25 tahun terakhir telah mengalami serangkaian kecelakaan fatal.

Pesawat Boeing 787-8 Dreamliner itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Ahmedabad, India, menabrak sebuah sekolah kedokteran. Seluruh 241 penumpang dan kru tewas, ditambah 28 korban di darat. Insiden ini menjadi kecelakaan pertama yang melibatkan varian Dreamliner, pesawat andalan Boeing yang dianggap lebih efisien dan modern.



Baca Juga: 10 Maskapai Paling Aman di Dunia Tahun 2025, Siapa Posisi Teratas?

Namun, sejarah Boeing dipenuhi tragedi serupa. Hanya enam bulan sebelum Air India AI171, Jeju Air penerbangan domestik Korea Selatan (Boeing 737-800) jatuh di Bandara Muan pada Desember 2024, menewaskan 179 orang. Sebelumnya, pada Maret 2022, China Eastern Airlines (Boeing 737-800) juga mengalami nasib serupa dengan 132 korban jiwa.

Dua kecelakaan lain yang menyita perhatian dunia melibatkan Boeing 737 Max 8. Pada Maret 2019, Ethiopian Airlines jatuh menewaskan 157 orang, menyusul Lion Air di perairan Indonesia pada Oktober 2018 dengan 189 korban. Kedua insiden ini memicu larangan global terhadap 737 Max 8 selama hampir dua tahun.

Tragedi paling misterius mungkin adalah Malaysia Airlines MH370 (Boeing 777-200ER) yang hilang pada 2014 dengan 239 penumpang. Tak sampai setahun kemudian, saudaranya, MH17, ditembak jatuh di Ukraina, menewaskan 298 orang.

Di India sendiri, kecelakaan Boeing bukan hal baru. Pada 2020, Air India Express tergelincir di landasan saat hujan deras, menewaskan 21 orang. Sementara pada 2010, Air India penerbangan Mangalore mencatat 158 korban jiwa.

Selain kecelakaan fatal, Boeing juga kerap dilaporkan mengalami insiden teknis seperti dekompresi kabin, kebakaran mesin, dan pendaratan darurat. Tekanan terhadap perusahaan pun kian besar, terutama setelah investigasi mengungkapkan kelalaian dalam proses produksi dan sertifikasi.

Kecelakaan Air India AI171 kembali mempertanyakan komitmen Boeing terhadap keselamatan. Sebagai produsen pesawat terkemuka, perusahaan ini kini berada di persimpangan jalan: memperbaiki sistem atau kehilangan kepercayaan pasar.

Daftar panjang insiden ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi penerbangan tak selalu berbanding lurus dengan jaminan keselamatan. Bagi keluarga korban, setiap tragedi meninggalkan luka yang tak mudah terobati.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!