Pertaruhan Ekonomi Rusia di Tengah Perang Iran vs Israel
Kamis, 19 Juni 2025 - 13:01 WIB
Namun, semakin lama operasi militer Israel berlangsung, semakin besar kesadaran bahwa Rusia memiliki banyak yang harus dipertaruhkan. "Peningkatan konflik ini membawa risiko serius dan potensi peningkatan biaya bagi Moskow," tulis pengamat politik Rusia, Andrei Kortunov di harian bisnis Kommersant.
"Faktanya adalah bahwa Rusia tidak mampu mencegah serangan massal oleh Israel terhadap suatu negara yang lima bulan yang lalu (Rusia) menandatangani kemitraan strategis komprehensif," lanjutnya.
Sementara itu Moskow belum bersikap, dimana tidak ada suara lantang yang mengutuk tindakan Israel, dan belum siap untuk memberikan bantuan militer kepada Iran. Kesepakatan kemitraan strategis Rusia-Iran yang ditandatangani Vladimir Putin dan Presiden Masoud Pezeshkian awal tahun ini bukanlah aliansi militer. Itu tidak mengharuskan Moskow untuk membela Teheran. Namun, saat itu, Moskow membicarakannya dengan bersemangat.
Dalam enam bulan terakhir, Moskow telah kehilangan satu sekutu kunci di Timur Tengah, Bashar al-Assad. Setelah pemimpin Suriah itu dilengserkan pada bulan Desember lalu, ia ditawarkan suaka di Rusia.
Prospek perubahan rezim di Iran, pemikiran tentang kehilangan satu mitra strategis lagi di wilayah itu, akan menjadi perhatian besar bagi Moskow. Mengomentari perkembangan di Timur Tengah, Moskovsky Komsomolets menyimpulkan: "Dalam politik global saat ini, perubahan besar sedang terjadi secara langsung yang akan memengaruhi kehidupan di negara kita, baik secara langsung maupun tidak langsung."
"Faktanya adalah bahwa Rusia tidak mampu mencegah serangan massal oleh Israel terhadap suatu negara yang lima bulan yang lalu (Rusia) menandatangani kemitraan strategis komprehensif," lanjutnya.
Sementara itu Moskow belum bersikap, dimana tidak ada suara lantang yang mengutuk tindakan Israel, dan belum siap untuk memberikan bantuan militer kepada Iran. Kesepakatan kemitraan strategis Rusia-Iran yang ditandatangani Vladimir Putin dan Presiden Masoud Pezeshkian awal tahun ini bukanlah aliansi militer. Itu tidak mengharuskan Moskow untuk membela Teheran. Namun, saat itu, Moskow membicarakannya dengan bersemangat.
Dalam enam bulan terakhir, Moskow telah kehilangan satu sekutu kunci di Timur Tengah, Bashar al-Assad. Setelah pemimpin Suriah itu dilengserkan pada bulan Desember lalu, ia ditawarkan suaka di Rusia.
Prospek perubahan rezim di Iran, pemikiran tentang kehilangan satu mitra strategis lagi di wilayah itu, akan menjadi perhatian besar bagi Moskow. Mengomentari perkembangan di Timur Tengah, Moskovsky Komsomolets menyimpulkan: "Dalam politik global saat ini, perubahan besar sedang terjadi secara langsung yang akan memengaruhi kehidupan di negara kita, baik secara langsung maupun tidak langsung."
Lihat Juga :