Danantara Targetkan Konsolidasi dan Restrukturisasi Bisnis BUMN Rampung Akhir 2025
Rabu, 23 Juli 2025 - 20:19 WIB
Danantara menargetkan konsolidasi dan restrukturisasi bisnis BUMN rampung akhir 2025. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan konsolidasi lini bisnis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan rampung pada 5-6 bulan mendatang, atau persis hingga penghujung tahun 2025.
Dony menjelaskan saat ini Danatara telah menyusun 22 program kerja yang diklasifikasikan sebagai masalah penting untuk diselesaikan terlebih dahulu. Misalnya restrukturisasi, hingga konsolidasi lini bisnis perusahaan negara.
"Jadi kita harapkan dalam 5 bulan kedepan, kami mampu menyelesaikan 22 program kerja yang sudah kita konsultasikan dan kita bahas mendetail dengan komisi VI," ujarnya dalam Raker Bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (23/7).
Baca Juga: Agar Selevel Temasek, Danantara Harus Rilis Laporan Keuangan Konsolidasi
Lebih lanjut, Dony menjelaskan beberapa lini bisnis BUMN yang akan dikonsolidasikan meliputi bisnis karya, bisnis pupuk, bisnis rumah sakit, bisnis hotel, bisnis gula, bisnis hilirisasi minyak, bisnis asuransi, bisnis manajemen aset, dan bisnis kawasan industri.
"Ini adalah RKAP atau rencana kerja tahun 2025 yang kami harapkan ini mampu menyelesaikan beberapa persoalan yang kami klasifikasikan sebagai yang urgent dan important," tambahnya.
Dony menjelaskan saat ini Danatara telah menyusun 22 program kerja yang diklasifikasikan sebagai masalah penting untuk diselesaikan terlebih dahulu. Misalnya restrukturisasi, hingga konsolidasi lini bisnis perusahaan negara.
"Jadi kita harapkan dalam 5 bulan kedepan, kami mampu menyelesaikan 22 program kerja yang sudah kita konsultasikan dan kita bahas mendetail dengan komisi VI," ujarnya dalam Raker Bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (23/7).
Baca Juga: Agar Selevel Temasek, Danantara Harus Rilis Laporan Keuangan Konsolidasi
Lebih lanjut, Dony menjelaskan beberapa lini bisnis BUMN yang akan dikonsolidasikan meliputi bisnis karya, bisnis pupuk, bisnis rumah sakit, bisnis hotel, bisnis gula, bisnis hilirisasi minyak, bisnis asuransi, bisnis manajemen aset, dan bisnis kawasan industri.
"Ini adalah RKAP atau rencana kerja tahun 2025 yang kami harapkan ini mampu menyelesaikan beberapa persoalan yang kami klasifikasikan sebagai yang urgent dan important," tambahnya.
Lihat Juga :