Tingkatkan Kompetensi SDM, Kemenpar dan Industri Hotel Manfaatkan AI
Senin, 04 Agustus 2025 - 18:42 WIB
Masalah kompetensi bahasa Inggris juga mencuat sebagai tantangan utama. Sebanyak 44,4 persen pimpinan HR menyebutkan variasi kemampuan bahasa Inggris antar karyawan sebagai hambatan layanan berkualitas. Ini menandakan pentingnya pendekatan pelatihan yang kontekstual dan disesuaikan dengan kebutuhan operasional harian.
Perwakilan Kemenpar menekankan bahwa pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan destinasi indah, tetapi juga pengalaman layanan yang profesional dan berkelas internasional. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan komunikasi SDM menjadi prioritas dalam peta jalan transformasi industri ini.
ELSA Speak memperkenalkan teknologi pelatihan bahasa Inggris berbasis AI yang telah diterapkan di berbagai hotel ternama seperti Apurva Kempinski Bali dan Vasa Hotel Surabaya. Dalam tiga bulan, metode ini mampu meningkatkan skor English Proficiency Score (EPS) hingga 19 persen, dengan tingkat partisipasi pengguna mencapai 92 persen.
Managing Director ELSA Speak Indonesia, Yasser Muhammad Syaiful, menyatakan bahwa AI bukan sekadar alat bantu, melainkan strategi jangka panjang dalam pelatihan SDM. "Dengan teknologi yang tepat, kita bisa membangun budaya belajar yang personal, tanpa tekanan, dan berkelanjutan," kata dia dalam pernyataannya, Senin (4/8).
Dalam forum ini juga terungkap kesenjangan investasi pelatihan antara hotel lokal dan internasional. Jaringan global seperti Marriott dan Hilton mengalokasikan hingga 3 persen dari payroll untuk pelatihan, sementara hotel lokal rata-rata hanya 0,5 hingga 1 persen.
Perwakilan Kemenpar menekankan bahwa pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan destinasi indah, tetapi juga pengalaman layanan yang profesional dan berkelas internasional. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan komunikasi SDM menjadi prioritas dalam peta jalan transformasi industri ini.
ELSA Speak memperkenalkan teknologi pelatihan bahasa Inggris berbasis AI yang telah diterapkan di berbagai hotel ternama seperti Apurva Kempinski Bali dan Vasa Hotel Surabaya. Dalam tiga bulan, metode ini mampu meningkatkan skor English Proficiency Score (EPS) hingga 19 persen, dengan tingkat partisipasi pengguna mencapai 92 persen.
Managing Director ELSA Speak Indonesia, Yasser Muhammad Syaiful, menyatakan bahwa AI bukan sekadar alat bantu, melainkan strategi jangka panjang dalam pelatihan SDM. "Dengan teknologi yang tepat, kita bisa membangun budaya belajar yang personal, tanpa tekanan, dan berkelanjutan," kata dia dalam pernyataannya, Senin (4/8).
Dalam forum ini juga terungkap kesenjangan investasi pelatihan antara hotel lokal dan internasional. Jaringan global seperti Marriott dan Hilton mengalokasikan hingga 3 persen dari payroll untuk pelatihan, sementara hotel lokal rata-rata hanya 0,5 hingga 1 persen.
Lihat Juga :