Trump Kerek Tarif Impor 50%, Hubungan AS-India di Titik Terburuk

Kamis, 07 Agustus 2025 - 21:04 WIB
Dalam pernyataannya pekan lalu, Trump menyebut India sebagai salah satu "ekonomi yang mati" akibat kebuntuan negosiasi dagang. Tahun lalu, nilai perdagangan bilateral antara AS dan India tercatat sekitar USD212 miliar dengan defisit sekitar 46 miliar dolar AS yang menguntungkan India. Perdana Menteri Narendra Modi sebelumnya menargetkan peningkatan nilai perdagangan hingga USD500 miliar dalam lima tahun ke depan.

India telah menawarkan beberapa konsesi dalam perundingan, termasuk penghapusan bea masuk atas barang industri AS dan peningkatan pembelian sektor energi dan pertahanan. Namun, India tetap menolak membuka pasar untuk produk pertanian dan susu dari AS, sektor yang sangat sensitif secara politik dan menyangkut kehidupan jutaan warga miskin.

Perbedaan persepsi antara kedua negara juga memperburuk ketegangan, termasuk terkait peran Trump dalam meredakan konflik antara India dan Pakistan pada Mei lalu. Sementara Trump mengklaim berperan dalam gencatan senjata, India membantah keterlibatan tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada komunikasi antara Trump dan Modi saat konflik berlangsung.

Pakistan bahkan secara terbuka menyampaikan apresiasi kepada Trump dan berencana mengusulkannya sebagai penerima Nobel Perdamaian. Negara itu juga telah meneken kesepakatan dengan AS untuk kerja sama eksplorasi mineral dan energi.

Direktur Inisiatif Asia Selatan di Asia Society Policy Institute, Farwa Aamer, menilai bahwa kebijakan tarif baru ini akan menguji arah kebijakan luar negeri India ke depan.

"Pertanyaannya sekarang adalah apakah India akan tetap tumbuh bersama AS, tanpa mengorbankan hubungannya dengan Rusia yang telah menjadi mitra strategis sejak lama," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!