Trump Jegal Negara-negara Pembeli Minyak Rusia, Risiko Perang Makin Besar?

Jum'at, 08 Agustus 2025 - 16:46 WIB
Langkah tersebut membuat Rusia tetap bisa menyalurkan minyak ke pasar global, meski dengan pendapatan yang menurun. Namun, tarif tambahan dari AS kini mengancam strategi tersebut.

Gedung Putih menyebut kemungkinan pertemuan antara Trump dan Putin bisa terjadi pekan depan, usai pembicaraan antara utusan AS Steve Witkoff dan Presiden Rusia pada Rabu. Namun, analis skeptis bahwa Moskow bersedia mengakhiri agresinya di Ukraina.

Baca Juga: Sudah Digebuk Tarif 19%, 4 Mineral Kritis Indonesia Ini Juga Bisa Diakses AS

Brett Bruen, mantan penasihat Presiden Barack Obama, menilai sanksi dan tarif memang dapat melemahkan ekonomi Rusia, namun tidak serta-merta memaksa perubahan kebijakan Putin. “Pertanyaannya, apakah ini cukup untuk mengubah perilaku Putin,” kata dia.

Kimberly Donovan, mantan pejabat Departemen Keuangan AS, menilai kebijakan ini juga bisa merusak hubungan bilateral AS dengan India dan China. "Mereka tahu AS membutuhkan mereka, dan itu memberi mereka ruang untuk menolak," katanya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!