Seberapa Menakutkan PSBB DKI Jakarta Jilid II, Ayo Hitung-hitungan

Kamis, 10 September 2020 - 19:21 WIB
Sudah selazimnya reaksi market yang sering terjadi merupakan overreaction atau reaksi yang berlebihan. Termasuk pada kasus PSBB yang kembali diberlakukan Pemda DKI Jakarta. Foto/SINDO Photo
JAKARTA - Chief Economist TanamDuit Ferry Latuhihin mengatakan, sudah selazimnya reaksi market yang sering terjadi merupakan overreaction atau reaksi yang berlebihan. Termasuk pada kasus PSBB yang kembali diberlakukan Pemda DKI Jakarta.

Menurutnya secara kontribusi ekonomi, output DKI hanya menyumbang 15% dari total PDB. "Ini bukan PSBB secara nasional seluruh Indonesia dan juga bukan total shut down," ujar Ferry di Jakarta, Kamis (10/9/2020).



(Baca Juga: Ketika IHSG Terjungkal dan Rupiah Terpental, Harga Emas Justru Perkasa )

Lagipula dia menilai, praktik WFH sekarang sudah tidak asing lagi. Kalau pekerja berbagai kantor tidak bisa masuk kantor, mereka sudah ada pengalaman melakukan WFH. "Mereka masih bisa berproduksi walaupun tentunya tidak seleluasa masuk kantor. Oleh karena itu saya tetap sarankan investor masuk market atau BUY," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!