Angela Tanoesoedibjo Isi Kuliah Umum di Untar, Tekankan Pentingnya Soft Skill dan Adaptasi
Rabu, 13 Agustus 2025 - 13:56 WIB
Co-CEO MNC Group, Angela Tanoesoedibjo mengisi kuliah umum bagi ratusan mahasiswa baru Universitas Tarumanagara (UNTAR), Jakarta, Rabu (13/8). Foto/Josua Yulianto.
JAKARTA - Co-CEO MNC Group, Angela Tanoesoedibjo, mengajak generasi muda untuk tidak hanya menguasai keterampilan teknis (hard skill), tetapi juga keterampilan nonteknis (soft skill) dan kemampuan beradaptasi. Pesan itu ia sampaikan saat mengisi kuliah umum bagi ratusan mahasiswa baru Universitas Tarumanagara (UNTAR), Jakarta, Rabu (13/8).
Menurut Angela, tantangan dunia kerja semakin kompleks, sehingga mahasiswa perlu membekali diri dengan kemampuan interpersonal, komunikasi, kepemimpinan, serta fleksibilitas dalam menghadapi perubahan. “Supaya lebih siap menghadapi dinamika dunia bisnis maupun industri media ke depan,” ujarnya.
Ia mencontohkan, perkembangan teknologi dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) kini telah mengubah pola kerja di banyak negara. "Saya baru mengikuti konferensi global, di mana AI sudah digunakan dalam proses editing dan lain-lain. Di Indonesia, penerapannya masih minim. Jadi kita harus bisa beradaptasi, itu kuncinya," kata Angela.
Angela mendorong mahasiswa untuk tidak terpaku pada metode konvensional, melainkan aktif mempelajari berbagai tools baru yang relevan dengan perkembangan industri. Menurutnya, pembelajaran di kelas perlu dilengkapi dengan praktik langsung di lapangan agar lulusan siap bersaing di dunia kerja.
Menurut Angela, tantangan dunia kerja semakin kompleks, sehingga mahasiswa perlu membekali diri dengan kemampuan interpersonal, komunikasi, kepemimpinan, serta fleksibilitas dalam menghadapi perubahan. “Supaya lebih siap menghadapi dinamika dunia bisnis maupun industri media ke depan,” ujarnya.
Ia mencontohkan, perkembangan teknologi dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) kini telah mengubah pola kerja di banyak negara. "Saya baru mengikuti konferensi global, di mana AI sudah digunakan dalam proses editing dan lain-lain. Di Indonesia, penerapannya masih minim. Jadi kita harus bisa beradaptasi, itu kuncinya," kata Angela.
Angela mendorong mahasiswa untuk tidak terpaku pada metode konvensional, melainkan aktif mempelajari berbagai tools baru yang relevan dengan perkembangan industri. Menurutnya, pembelajaran di kelas perlu dilengkapi dengan praktik langsung di lapangan agar lulusan siap bersaing di dunia kerja.
Lihat Juga :