Berkat Rumah BUMN BRI, Ibu Usia 49 Tahun Ini Sukses Tembus Pasar Modern
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 13:25 WIB
Sejak 2021, ia serius menggarap bisnis tersebut. Produk seperti keripik tempe, seblak kering, dan kacang kriwil kini telah dipasarkan di toko oleh-oleh bandara, gerai Sarinah Thamrin, hingga berbagai toko di Jabodetabek. Bahkan, produknya sudah masuk ke Hypermart dan dalam proses negosiasi dengan Lawson. Produksi masih dilakukan secara rumahan dengan kapasitas sekitar 50 bungkus per hari, meningkat saat menerima pesanan besar.
Enih mengaku terbantu setelah mengenal Rumah BUMN Jakarta melalui media sosial. Ia menghubungi pengelola, kemudian mengikuti berbagai pelatihan, mulai dari pemasaran digital, pemanfaatan data e-commerce, hingga pembuatan konten kreatif. “Alhamdulillah dari yang tadinya gaptek, sekarang sudah mulai mengerti. Penjualan online mulai jalan, meski toko offline tetap penting,” katanya.
Baca Juga: BRI Peduli Tingkatkan Minat Baca Siswa dengan Pendekatan Berbasis Sains
Selain mendapatkan pelatihan, Enih juga berkesempatan menjalin koneksi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Pariwisata. Di usia 49 tahun, ia menargetkan peningkatan kapasitas produksi, pembentukan PT perseorangan, serta memperluas pasar. Ia optimistis digitalisasi menjadi kunci percepatan usaha.
"Kalau bisa, produk ini nggak cuma dijual di Jabodetabek, tapi sampai ke seluruh Indonesia. Saya juga ingin punya pabrik kecil sendiri," ujarnya.
Enih mengaku terbantu setelah mengenal Rumah BUMN Jakarta melalui media sosial. Ia menghubungi pengelola, kemudian mengikuti berbagai pelatihan, mulai dari pemasaran digital, pemanfaatan data e-commerce, hingga pembuatan konten kreatif. “Alhamdulillah dari yang tadinya gaptek, sekarang sudah mulai mengerti. Penjualan online mulai jalan, meski toko offline tetap penting,” katanya.
Baca Juga: BRI Peduli Tingkatkan Minat Baca Siswa dengan Pendekatan Berbasis Sains
Selain mendapatkan pelatihan, Enih juga berkesempatan menjalin koneksi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Pariwisata. Di usia 49 tahun, ia menargetkan peningkatan kapasitas produksi, pembentukan PT perseorangan, serta memperluas pasar. Ia optimistis digitalisasi menjadi kunci percepatan usaha.
"Kalau bisa, produk ini nggak cuma dijual di Jabodetabek, tapi sampai ke seluruh Indonesia. Saya juga ingin punya pabrik kecil sendiri," ujarnya.
Lihat Juga :