Pasar Kripto Terguncang, Ketidakpastian Global Picu Aksi Ambil Untung Pemain Besar

Rabu, 20 Agustus 2025 - 20:46 WIB
Vice President Indodax, Antony Kusuma, menilai koreksi kali ini merupakan respons normal pasar terhadap ketidakpastian global. "Kripto sering bergerak lebih cepat merespons sinyal kebijakan makroekonomi dibanding instrumen lain. Tekanan harga saat ini mencerminkan sikap investor yang menunggu kejelasan arah kebijakan bank sentral AS," ujar Antony, di Jakarta, Rabu (20/8).

Baca Juga: Harga Bitcoin Melejit, Pergerakan Pasar Kripto Tembus Rp66.366 Triliun

Dia menambahkan, deposit besar dari whale kerap memicu volatilitas jangka pendek dan dapat mendorong investor ritel melakukan aksi jual. "Sebaliknya, akumulasi institusi justru memperlihatkan keyakinan terhadap nilai Bitcoin dalam jangka panjang. Perbedaan perilaku inilah yang membuat pasar kripto dinamis," katanya.

Menurut Antony, meski pembelian institusi memberi fondasi kuat, dampaknya terhadap harga tidak langsung terasa dibanding tekanan jual dari whale. “Pasar saat ini berada di titik keseimbangan antara aksi ambil untung whale dan strategi akumulasi institusi. Investor harus berhati-hati dalam jangka pendek, namun tetap ada struktur penopang untuk jangka panjang,” jelasnya.

Ia menekankan kondisi saat ini bisa menjadi momentum bagi investor jangka panjang. Strategi akumulasi bertahap seperti dollar-cost averaging dinilai efektif menghadapi volatilitas tinggi. Sementara, pelemahan altcoin seperti ETH, ADA, dan SOL dianggap bagian dari rotasi pasar, ketika investor cenderung mengalihkan likuiditas ke aset lebih aman.

"Rotasi ini tidak berarti altcoin kehilangan potensi, melainkan cerminan sikap konservatif sementara," tambah Antony.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!