Jumlah Perjalanan Tumbuh 3 Digit, Lalamove Ride Fokus ke Kawasan Perdagangan dan Transit Jakarta
Rabu, 27 Agustus 2025 - 19:51 WIB
Kawasan lainnya seperti Kebayoran Baru juga muncul sebagai salah satu wilayah dengan permintaan tertinggi, karena perannya sebagai transit hub serta keberadaan destinasi populer seperti Blok M, Pasar Santa dan Pasar Mayestik yang ramai dikunjungi keluarga maupun komunitas urban muda. Kedua contoh wilayah tersebut menggambarkan bagaimana Lalamove Ride berperan penting dalam memenuhi kebutuhan mobilitas beragam di kawasan yang memadukan aktivitas perdagangan, komuter, dan sosial di Jakarta.
Managing Director Lalamove Indonesia, Andito B. Prakoso mengatakan, bahwa tren permintaan di Tanah Abang dan Kebayoran Baru menjadi gambaran bagaimana masyarakat semakin mengandalkan layanan ride-hailing untuk berbagai kebutuhan.
“Permintaan signifikan di Tanah Abang dan Kebayoran Baru menunjukkan bahwa kehadiran Lalamove Ride tidak hanya menjadi moda transportasi harian bagi pekerja, tetapi juga penunjang aktivitas keluarga, UMKM, serta masyarakat yang membutuhkan mobilitas di kawasan dengan intensitas aktivitas tinggi. Kami berkomitmen menghadirkan layanan yang efisien, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan transportasi seluruh lapisan masyarakat," ucap Andito.
Data internal juga menunjukkan pola penggunaan yang menarik. Permintaan terhadap kendaraan roda dua seperti MotorRide dan MotorXL mencapai puncaknya pada hari kerja -terutama pada hari Jumat- yang mencerminkan tingginya penggunaan untuk kebutuhan perjalanan sehari-hari maupun aktivitas setelah jam kerja, dengan jam sibuk pada pukul 07.00–08.00 WIB dan 17.00–19.00 WIB.
Sementara itu armada roda empat cenderung meningkat pada akhir pekan, yang menggambarkan tingginya penggunaan untuk aktivitas keluarga dan rekreasi. Bagi para mitra pengemudi, perbedaan pola ini membuka peluang optimalisasi pendapatan karena jam sibuk layanan ride-hailing berbeda dengan jam sibuk pengantaran barang, sehingga keduanya dapat saling melengkapi.
Managing Director Lalamove Indonesia, Andito B. Prakoso mengatakan, bahwa tren permintaan di Tanah Abang dan Kebayoran Baru menjadi gambaran bagaimana masyarakat semakin mengandalkan layanan ride-hailing untuk berbagai kebutuhan.
“Permintaan signifikan di Tanah Abang dan Kebayoran Baru menunjukkan bahwa kehadiran Lalamove Ride tidak hanya menjadi moda transportasi harian bagi pekerja, tetapi juga penunjang aktivitas keluarga, UMKM, serta masyarakat yang membutuhkan mobilitas di kawasan dengan intensitas aktivitas tinggi. Kami berkomitmen menghadirkan layanan yang efisien, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan transportasi seluruh lapisan masyarakat," ucap Andito.
Data internal juga menunjukkan pola penggunaan yang menarik. Permintaan terhadap kendaraan roda dua seperti MotorRide dan MotorXL mencapai puncaknya pada hari kerja -terutama pada hari Jumat- yang mencerminkan tingginya penggunaan untuk kebutuhan perjalanan sehari-hari maupun aktivitas setelah jam kerja, dengan jam sibuk pada pukul 07.00–08.00 WIB dan 17.00–19.00 WIB.
Sementara itu armada roda empat cenderung meningkat pada akhir pekan, yang menggambarkan tingginya penggunaan untuk aktivitas keluarga dan rekreasi. Bagi para mitra pengemudi, perbedaan pola ini membuka peluang optimalisasi pendapatan karena jam sibuk layanan ride-hailing berbeda dengan jam sibuk pengantaran barang, sehingga keduanya dapat saling melengkapi.
Lihat Juga :