Ketum Kadin: Program KUR Perumahan Berpotensi Serap 9 Juta Tenaga Kerja
Kamis, 18 September 2025 - 12:51 WIB
"Dengan anggaran Rp130 triliun tahun ini, program KUR perumahan berpotensi menyerap 4 sampai 5 juta tenaga kerja konstruksi," kata Anindya saat dijumpai di Balai Sarbini, Lippo Mall Nusantara, Jakarta, pada Rabu (17/9) malam.
"Jika ditambah efek backward linkage ke industri pendukung seperti semen, baja, keramik, furnitur, dan logistik, jumlahnya bisa mencapai 9 juta tenaga kerja,” tambahnya.
Namun demikian, Anindya juga menyoroti tantangan besar dalam pembiayaan sektor ini, khususnya terkait tingginya biaya modal dan bunga kredit yang dinilai masih memberatkan.
“Ketika bunga kredit terlalu mahal, pengembang enggan membangun rumah. Kontraktor kesulitan membiayai proyek, dan pelaku usaha bahan bangunan tidak dapat meningkatkan pasokan mereka,” katanya.
Untuk itu, Kadin lanjut Anin menyambut baik skema subsidi suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor perumahan, yang menurutnya sangat strategis. Selain dukungan pembiayaan, Anindya juga mengungkapkan tantangannya lain adalah rendahnya literasi keuangan dan kurangnya sosialisasi program.
"Jika ditambah efek backward linkage ke industri pendukung seperti semen, baja, keramik, furnitur, dan logistik, jumlahnya bisa mencapai 9 juta tenaga kerja,” tambahnya.
Namun demikian, Anindya juga menyoroti tantangan besar dalam pembiayaan sektor ini, khususnya terkait tingginya biaya modal dan bunga kredit yang dinilai masih memberatkan.
“Ketika bunga kredit terlalu mahal, pengembang enggan membangun rumah. Kontraktor kesulitan membiayai proyek, dan pelaku usaha bahan bangunan tidak dapat meningkatkan pasokan mereka,” katanya.
Untuk itu, Kadin lanjut Anin menyambut baik skema subsidi suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor perumahan, yang menurutnya sangat strategis. Selain dukungan pembiayaan, Anindya juga mengungkapkan tantangannya lain adalah rendahnya literasi keuangan dan kurangnya sosialisasi program.
Lihat Juga :