Dorong Ekonomi Sirkular di Gunungkidul, PLN EPI Gelar Program Maggot BSF
Selasa, 23 September 2025 - 20:18 WIB
PLN EPI menghadirkan inovasi dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui pelatihan PROMAG. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menghadirkan inovasi dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui pelatihan PROMAG (Pengelolaan Sampah Organik Dapur (SOD) dengan Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) di Kalurahan Karangasem, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan menyampaikan, program ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat sekaligus menjadi solusi pengelolaan sampah berkelanjutan. Pengelolaan sampah di Di Gunungkidul ini menghadirkan harapan baru dengan menciptakan nilai ekonomi.
"Melalui pelatihan ini, PLN EPI berharap kapasitas masyarakat semakin kuat sehingga budidaya maggot berkembang luas, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekaligus ekonomi warga," paparnya melalui keterangan pers, Selasa (23/9/2025).
Baca Juga:Sepanjang 2024, PLN EPI Ciptakan Value Creation Rp14,08 Triliun
Mamit menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan PLN EPI terhadap program Desa Berdaya Energi Gunungkidul serta sejalan dengan komitmen Perusahaan menjalankan prinsip Environmental, Social, and Corporate Governance (ESG).
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul Eko Suharso Prihantoro menyebut, sekitar 60% timbulan sampah di wilayahnya berasal dari rumah tangga dan sisa makanan.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan menyampaikan, program ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat sekaligus menjadi solusi pengelolaan sampah berkelanjutan. Pengelolaan sampah di Di Gunungkidul ini menghadirkan harapan baru dengan menciptakan nilai ekonomi.
"Melalui pelatihan ini, PLN EPI berharap kapasitas masyarakat semakin kuat sehingga budidaya maggot berkembang luas, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekaligus ekonomi warga," paparnya melalui keterangan pers, Selasa (23/9/2025).
Baca Juga:Sepanjang 2024, PLN EPI Ciptakan Value Creation Rp14,08 Triliun
Mamit menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan PLN EPI terhadap program Desa Berdaya Energi Gunungkidul serta sejalan dengan komitmen Perusahaan menjalankan prinsip Environmental, Social, and Corporate Governance (ESG).
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul Eko Suharso Prihantoro menyebut, sekitar 60% timbulan sampah di wilayahnya berasal dari rumah tangga dan sisa makanan.
Lihat Juga :