Dorong Ekonomi Sirkular di Gunungkidul, PLN EPI Gelar Program Maggot BSF

Selasa, 23 September 2025 - 20:18 WIB
"Paradigma pengelolaan sampah harus berubah dari linear menjadi ekonomi sirkular. Program maggot BSF ini sejalan dengan Perda Nomor 14 Tahun 2020 Kabupaten Gunungkidul dan diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana sampah bisa bernilai ekonomi," jelasnya.

Acara yang dihadiri 20 orang anggota Kelompok Wanita Tani Berkahing Bhumi dan Bank Sampah Ngupadi Rejeki Karang Asem ini menghadirkan narasumber Mulyanto Diharjo, Direktur Bank Sampah Induk Patriot Kota Bekasi sekaligus praktisi pengelolaan sisa olahan dapur dengan maggot BSF, yang berbagi pengalaman dan teknik budidaya maggot untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah organik menjadi produk bernilai jual.

Baca Juga: Tumbuh 107%, PLN EPI Raih Laba Rp2,24 Triliun Sepanjang 2024

Ketua Bank Sampah Ngupadi Rejeki Karang Asem, Riyanta menyampaikan manfaat nyata program ini. Program ini menurutnya bisa membantu warga menyelesaikan permasalahan rumah tangga, khususnya sampah organik dapur, yang tadinya terbuang, diolah menjadi pakan maggot kaya protein dan dipanen untuk pakan lele dan ayam. Sedangkan residunya dapat diolah menjadi pupuk organik.

Kolaborasi PLN EPI, DLH Gunungkidul, praktisi pengelolaan sampah, dan masyarakat diharapkan menjadi contoh sinergi dalam mengatasi persoalan sampah, menciptakan peluang ekonomi baru di tingkat lokal, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) 12 terkait Konsumsi dan Produksi yang Berkelanjutan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!