Positif Bagi Devisa Negara, Train F Badak LNG Target Beroperasi 3 Tahun Lagi

Kamis, 16 Oktober 2025 - 13:47 WIB
Proses reaktivasi atau pengaktifan kembali salah satu train di kilang gas alam cair (LNG) Badak ditargetkan rampung dan siap operasi pada Oktober 2028. Foto/Dok
BONTANG - Proses reaktivasi atau pengaktifan kembali salah satu train di kilang gas alam cair (LNG) Badak ditargetkan rampung dan siap operasi pada Oktober 2028. Saat ini, proses reaktivasi tengah di tahapan assesment yang dilaksanakan dari Februari hingga November mendatang.

"Reaktivasi Train F ini karena ada potensi gas masuk lagi di 2027-2028, dari lapangan gas milik ENI. Ini akan positif bagi devisa negara dan bagi Bontang," ungkap Sr. Mgr. Corporate Communication & Services Badak LNG , Busori S di Bontang, Rabu (15/10/2025).



Proses reaktivasi tersebut dijalankan secara paralel dengan pengembangan cadangan gas di Wilayah Kerja North Ganal, Kalimantan Timur, yang ditemukan perusahaan migas asal Italia, Eni, dengan perkiraan awal sebanyak 5 triliun cubic feet (Tcf). Biaya reaktivasi diperkirakan mencapai sekitar USD139 juta atau sekira Rp2,2 triliun (kurs Rp16.000 per USD).

Baca Juga: Olah Limbah Ikan Jadi Produk Bernilai, Kelompok Binaan Badak LNG Raup Rp60 Juta/Bulan

Manajemen Badak LNG mengakui, jadwal reaktivasi yang relatif ketat bukan tanpa tantangan. Selain persoalan teknis, reaktivasi fasilitas yang telah tak dioperasikan sejak 2020 itu juga harus berkompetisi soal sumber daya, vendor, dan pengiriman peralatan di tengah ketatnya bisnis LNG global saat ini. Setidaknya ada 7.200 aset-peralatan yang harus di-asses dan mungkin perlu diganti untuk reaktivasi train F tersebut.

Kendati demikian, dengan kompetensi yang dimiliki, Badak LNG optimistis proses reaktivasi dapat rampung sesuai jadwal. "Yang paling kritikal, jangan sampai upstream sudah jalan tapi train belum ready," tegasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!