Eagle High Plantations Akselerasi Ekonomi Hijau lewat Kolaborasi Multisektor

Jum'at, 17 Oktober 2025 - 22:50 WIB
Baca Juga: Integrasi Ekonomi Hijau Antarprovinsi, Sultan Najamudin Dorong Sumatera Green Invest

Sejalan dengan pandangan industri, pakar pengelolaan lingkungan, Mohamad Bijaksana Junerosano, menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam melihat sumber daya. Menurutnya, inovasi hijau tidak hanya berfokus pada upaya mengurangi emisi, tetapi juga tentang cara membangun nilai tambah dari hal yang sebelumnya dianggap limbah. “Kita harus mengubah cara pandang terhadap limbah. Dengan pendekatan inovatif, sisa produksi justru bisa menjadi sumber daya baru yang menggerakkan ekonomi hijau,” tegas Bijaksana.

Dari sisi akademisi, Prof. Bayu Krisnamurthi menilai bahwa inovasi hijau seharusnya menjadi bagian dari transformasi sistemik bangsa. Bayu menyebut, inovasi bukan semata urusan teknologi canggih, melainkan juga solusi sosial yang menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap keberlanjutan.

"Inovasi hijau harus lahir dari akar masyarakat lokal dan mampu memberi dampak global. Sinergi nyata antara dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, seperti yang diinisiasi EHP, patut diapresiasi," katanya.

Prof. Bayu dan Bijaksana sama-sama menekankan peran vital generasi muda dalam mengakselerasi inovasi berkelanjutan. Prof. Bayu berpendapat, perusahaan yang membuka ruang bagi anak muda untuk bereksperimen dan berinovasi sedang menanam benih masa depan hijau Indonesia. Sementara itu, Bijaksana menilai masa depan industri kelapa sawit akan ditentukan oleh kemampuan berinovasi dan keberanian melibatkan talenta baru yang membawa perspektif segar ke dalam rantai pasok.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!