Independensi BI Terancam Tukar Guling Thomas Djiwandono dan Juda Agung, Benarkah?
Selasa, 20 Januari 2026 - 07:55 WIB
Kekhawatiran utama yang disampaikan Huda adalah status Thomas Djiwandono sebagai anggota aktif Partai Gerindra. Kehadiran figur politik dalam jajaran Dewan Gubernur BI dianggap dapat merusak tatanan lembaga yang seharusnya steril dari kepentingan politik praktis.
"Saya khawatir bahwa masuknya anggota aktif Partai Gerindra, akan membawa buruk terkait dengan independensi BI. Bank Indonesia sendiri merupakan lembaga negara yang Independen dan bebas dari campur tangan pihak manapun, termasuk pemerintah. Ini seperti Gubernur BI jalur Parpol," tegasnya.
Menurut Huda, sektor moneter merupakan benteng terakhir perekonomian nasional yang harus dijaga kekuatannya, terutama saat performa sektor fiskal sedang menghadapi tantangan.
Baca Juga: Bank Indonesia Pastikan Juda Agung Mundur dari Deputi Gubernur BI
Lebih lanjut, Celios mempertanyakan, rekam jejak Thomas selama menjabat di Kementerian Keuangan. Huda menilai kondisi defisit anggaran yang melebar menjadi indikator bahwa performa di sektor fiskal belum maksimal, sehingga memaksanya masuk ke otoritas moneter dianggap tidak logis.
"Saya khawatir bahwa masuknya anggota aktif Partai Gerindra, akan membawa buruk terkait dengan independensi BI. Bank Indonesia sendiri merupakan lembaga negara yang Independen dan bebas dari campur tangan pihak manapun, termasuk pemerintah. Ini seperti Gubernur BI jalur Parpol," tegasnya.
Menurut Huda, sektor moneter merupakan benteng terakhir perekonomian nasional yang harus dijaga kekuatannya, terutama saat performa sektor fiskal sedang menghadapi tantangan.
Baca Juga: Bank Indonesia Pastikan Juda Agung Mundur dari Deputi Gubernur BI
Lebih lanjut, Celios mempertanyakan, rekam jejak Thomas selama menjabat di Kementerian Keuangan. Huda menilai kondisi defisit anggaran yang melebar menjadi indikator bahwa performa di sektor fiskal belum maksimal, sehingga memaksanya masuk ke otoritas moneter dianggap tidak logis.
Lihat Juga :