IHSG Pelan-pelan Bangkit, Airlangga: Alhamdulillah Wa Syukurillah

Jum'at, 30 Januari 2026 - 08:50 WIB
Airlangga menilai perbaikan tersebut tidak terlepas dari respons cepat pemerintah yang segera berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta otoritas terkait lainnya untuk meredam gejolak dan memulihkan kepercayaan pasar modal domestik. "Faktor karena pemerintah merespons dan tadi dengan OJK sudah kita bahas mengenai mekanisme berikutnya," tambahnya.

Menurut Airlangga, koordinasi tingkat tinggi yang melibatkan Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, serta Ketua Dewan Komisioner OJK telah menghasilkan langkah-langkah konkret untuk menenangkan pasar. Salah satu hasil utama dari pertemuan tersebut adalah penyesuaian mekanisme penghitungan data free float saham yang menjadi sorotan lembaga indeks global, termasuk MSCI.

OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) resmi menyesuaikan metodologi free float dengan mengecualikan kategori investor korporasi dan kelompok tertentu lainnya dalam penghitungan. Selain itu, kepemilikan saham dirinci secara lebih detail, baik untuk porsi di atas maupun di bawah lima persen pada setiap kategori investor.

Regulator juga menetapkan ketentuan free float minimum sebesar 15 persen dengan prinsip transparansi yang lebih tinggi. Kebijakan ini dinilai penting untuk memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai struktur kepemilikan saham di pasar modal Indonesia.

Airlangga menegaskan aspek paling fundamental dari kebijakan tersebut bukan semata besaran persentase free float, melainkan kejelasan mengenai pemilik sebenarnya atau Ultimate Beneficial Owner (UBO) dari saham-saham yang beredar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!