Menko Airlangga Ungkap 3 Poin Krusial di Balik Kebangkitan IHSG Siang Ini
Selasa, 03 Februari 2026 - 15:15 WIB
Airlangga merinci tiga poin krusial dalam reformasi pasar modal yang menjadi motor penggerak kepercayaan pasar saat ini. Pertama, pemerintah mendorong peningkatan jumlah saham beredar di publik guna memastikan pasar lebih likuid dan kompetitif.
"Reform pasar modal kan tadi saya sudah sampaikan. Bahwa tentu ada beberapa hal yang penting yaitu peningkatan daripada likuiditas dari minimal 7,5 atau 10 sampai dengan 15 persen (free float),” katanya.
Baca Juga: Danantara Bukan Tombol Ajaib, Mampukah Menahan Kejatuhan Pasar Modal?
Menurut Airlangga, disclosure mulai 1 persen dengan standar transparansi kini diperketat. Jika sebelumnya hanya pemegang saham di atas 5% yang wajib dibuka identitasnya, kini batas tersebut diturunkan hingga level 1 persen, termasuk pengungkapan pemilik manfaat akhir (Ultimate Beneficiary Owner).
"Kemudian juga disclosure daripada others yang sebelumnya 5 persen itu turun menjadi 1 persen. Jadi diatas 1 persen harus di-disclose termasuk ultimate beneficiary owner-nya,” ungkap Airlangga.
"Reform pasar modal kan tadi saya sudah sampaikan. Bahwa tentu ada beberapa hal yang penting yaitu peningkatan daripada likuiditas dari minimal 7,5 atau 10 sampai dengan 15 persen (free float),” katanya.
Baca Juga: Danantara Bukan Tombol Ajaib, Mampukah Menahan Kejatuhan Pasar Modal?
Menurut Airlangga, disclosure mulai 1 persen dengan standar transparansi kini diperketat. Jika sebelumnya hanya pemegang saham di atas 5% yang wajib dibuka identitasnya, kini batas tersebut diturunkan hingga level 1 persen, termasuk pengungkapan pemilik manfaat akhir (Ultimate Beneficiary Owner).
"Kemudian juga disclosure daripada others yang sebelumnya 5 persen itu turun menjadi 1 persen. Jadi diatas 1 persen harus di-disclose termasuk ultimate beneficiary owner-nya,” ungkap Airlangga.
Lihat Juga :