Purbaya Turun Tangan Potong Hambatan Blok Masela: Perlakukan Investor Spesial
Selasa, 24 Februari 2026 - 20:08 WIB
"Saya bilang ke mereka yaudah kita set up satu tim disini. Dimana mereka bisa laporkan itu secara reguler kapanpun. Nanti kita beresin disini. Jadi saya akan perlakukan mereka sebagai investor spesial. Dimana kalo ada hambatan datenya kesini. Diberesinnya disini. Ini kan perwakilan pemerintah semua ya," tegasnya.
Purbaya juga menargetkan percepatan operasional. Jika sebelumnya proyek diprediksi baru on-stream pada 2030-2031, ia berharap pada 2029 hasil produksi sudah mulai terlihat.
"Saya sih kalo bisa 2029 sebelum 2029. Sudah kelihatan lah bangunannya. Sudah hampir on line. Jadi gasnya udah berproduksi. Jadi kita akan percepat semaksimal mungkin. Jadi saya cuma bisa mendukung aja kan. Yang jelas seluruh hambatan di pemerintah kita akan hilangkan," jelas dia.
Terkait permintaan relaksasi konten lokal (TKDN), Menkeu menyatakan akan melakukan analisis cepat melalui tim tugas khusus tersebut. Ia menyadari bahwa proyek gas memiliki standar keamanan yang sangat tinggi, sehingga kualitas teknologi menjadi prioritas utama.
"Kalo konten kita lihat. Nanti kan makanya ada special task force tadi kan. Mereka bisa lapor gitu. Nanti dianalisa di Kementerian Keuangan. Tapi analisanya akan cepat. Sehingga kalo emang di dalam negeri gak ada yaudah. Keluar negeri. Dan kalo di dalam negeri emang belum mampu. Karena emang ini skala besar kan. Bukan skala besar aja biasanya. Kalo gas tuh, field gas tuh. Elemen keamanannya amat tinggi. Salah sedikit itu meledak gitu," pungkas Purbaya.
Baca Juga: Kejar Target Produksi 1 Juta Barel, Investor Diajak Garap 108 Cekungan Migas
Purbaya juga menargetkan percepatan operasional. Jika sebelumnya proyek diprediksi baru on-stream pada 2030-2031, ia berharap pada 2029 hasil produksi sudah mulai terlihat.
"Saya sih kalo bisa 2029 sebelum 2029. Sudah kelihatan lah bangunannya. Sudah hampir on line. Jadi gasnya udah berproduksi. Jadi kita akan percepat semaksimal mungkin. Jadi saya cuma bisa mendukung aja kan. Yang jelas seluruh hambatan di pemerintah kita akan hilangkan," jelas dia.
Terkait permintaan relaksasi konten lokal (TKDN), Menkeu menyatakan akan melakukan analisis cepat melalui tim tugas khusus tersebut. Ia menyadari bahwa proyek gas memiliki standar keamanan yang sangat tinggi, sehingga kualitas teknologi menjadi prioritas utama.
"Kalo konten kita lihat. Nanti kan makanya ada special task force tadi kan. Mereka bisa lapor gitu. Nanti dianalisa di Kementerian Keuangan. Tapi analisanya akan cepat. Sehingga kalo emang di dalam negeri gak ada yaudah. Keluar negeri. Dan kalo di dalam negeri emang belum mampu. Karena emang ini skala besar kan. Bukan skala besar aja biasanya. Kalo gas tuh, field gas tuh. Elemen keamanannya amat tinggi. Salah sedikit itu meledak gitu," pungkas Purbaya.
Baca Juga: Kejar Target Produksi 1 Juta Barel, Investor Diajak Garap 108 Cekungan Migas
Lihat Juga :