Pemerintah Perlu Antisipasi Efek Domino Konflik Timur Tengah terhadap Ekonomi

Minggu, 15 Maret 2026 - 22:00 WIB
"Di jalanan dan ruang publik digital Indonesia, sentimen terhadap konflik ini hampir seragam. Banyak kelompok masyarakat sipil, organisasi keagamaan, hingga mahasiswa menyuarakan kecaman terhadap operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, salah satu negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, konflik di Timur Tengah sering dipahami bukan sekadar konflik geopolitik, tetapi juga persoalan solidaritas moral dan kemanusiaan," ujar Revan.

Revan memaklumi bahwa hubungan baik antara Presiden Prabowo dan Presiden AS Donald Trump memiliki dampak positif, salah satunya di sektor perdagangan. Namun, di sisi lain, serangan terhadap Iran menuai kecaman dari berbagai pihak di Indonesia. Ketakutan akan terganggunya jalur distribusi minyak mentah melalui Selat Hormuz juga menjadi kekhawatiran nyata bagi perekonomian nasional.

Kekhawatiran tersebut telah memunculkan sinyal awal dari pemerintah. Arahan Presiden Prabowo kepada masyarakat untuk menghemat penggunaan BBM serta pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai potensi penyesuaian harga BBM bersubsidi jika APBN tak mampu menahan gejolak harga minyak dunia menjadi bukti adanya antisipasi atas risiko kenaikan harga energi.

"Karena dampaknya (kenaikan BBM) bisa ke berbagai sektor. Harga kebutuhan pokok, tarif transportasi dan lainnya akan turut melonjak. Hampir bisa dipastikan akan muncul berbagai kritikan melalui unjuk rasa berbagai elemen bila itu benar terjadi," ucap Revan.

Revan mengingatkan bahwa kenaikan harga BBM merupakan isu yang sangat sensitif di Indonesia, terlebih di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih dalam masa pemulihan. Jika tekanan ekonomi akibat kenaikan harga minyak global benar-benar terjadi, kritik terhadap kebijakan luar negeri dapat bertransformasi menjadi kritik terhadap legitimasi politik pemerintahan itu sendiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!