Saham Melonjak Signifikan, MSIN Beberkan Rencana Ekspansi Global
Kamis, 16 April 2026 - 13:55 WIB
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) angkat bicara mengenai pergerakan harga saham perseroan yang mengalami peningkatan kumulatif signifikan hingga memicu status UMA oleh BEI. Foto/Dok
JAKARTA - PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) angkat bicara mengenai pergerakan harga saham perseroan yang mengalami peningkatan kumulatif signifikan hingga memicu status Unusual Market Activity (UMA) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).Direktur Utama MSIN, Angela Tanoesoedibjo mengatakan, perseroan menegaskan bahwa volatilitas tersebut selaras dengan rencana ekspansi global yang tengah disiapkan.
"Manajemen mencermati bahwa pergerakan tersebut terjadi seiring meningkatnya perhatian pasar terhadap berbagai langkah strategis perseroan, termasuk rencana untuk melakukan secondary listing di luar negeri," ujar Angela dalam public expose insidentil secara virtual, Kamis (16/4/2026).
Angela menambahkan, langkah korporasi ini telah mendapatkan lampu hijau melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 8 April 2026. Persetujuan tersebut mencakup perombakan susunan pengurus, penyesuaian laporan keuangan tahun buku 2023 dan 2024, hingga perubahan anggaran dasar.
Baca Juga: Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140% di 2025
Menurut Angela, pasar memberikan atensi lebih terhadap langkah strategis MSIN untuk mencatatkan saham di bursa internasional. "Langkah-langkah korporasi yang sedang dilakukan saat ini merupakan bagian dari persiapan pencatatan saham di bursa luar negeri dengan tujuan yaitu memperluas basis investor, meningkatkan visibilitas perseroan secara global, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham," jelas Angela.
Di balik langkah strategis tersebut, MSIN ditopang oleh fundamental keuangan yang menguat sepanjang tahun 2025. Direktur MSIN, Rudy Hidayat memaparkan bahwa perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp3,8 triliun, tumbuh 18% dibandingkan pencapaian tahun 2024.
"Manajemen mencermati bahwa pergerakan tersebut terjadi seiring meningkatnya perhatian pasar terhadap berbagai langkah strategis perseroan, termasuk rencana untuk melakukan secondary listing di luar negeri," ujar Angela dalam public expose insidentil secara virtual, Kamis (16/4/2026).
Angela menambahkan, langkah korporasi ini telah mendapatkan lampu hijau melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 8 April 2026. Persetujuan tersebut mencakup perombakan susunan pengurus, penyesuaian laporan keuangan tahun buku 2023 dan 2024, hingga perubahan anggaran dasar.
Baca Juga: Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140% di 2025
Menurut Angela, pasar memberikan atensi lebih terhadap langkah strategis MSIN untuk mencatatkan saham di bursa internasional. "Langkah-langkah korporasi yang sedang dilakukan saat ini merupakan bagian dari persiapan pencatatan saham di bursa luar negeri dengan tujuan yaitu memperluas basis investor, meningkatkan visibilitas perseroan secara global, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham," jelas Angela.
Di balik langkah strategis tersebut, MSIN ditopang oleh fundamental keuangan yang menguat sepanjang tahun 2025. Direktur MSIN, Rudy Hidayat memaparkan bahwa perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp3,8 triliun, tumbuh 18% dibandingkan pencapaian tahun 2024.
Lihat Juga :