Mayoritas Konsumen Keluhkan Bahaya Galon Tua, KKI: 92 Juta Penduduk Terancam BPA
Kamis, 07 Mei 2026 - 13:41 WIB
Sebanyak 92% konsumen melaporkan masih menerima ganula yang rentan meluruhkan zat kimia berbahaya. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Ketua Komunitas Konsumen Indonesia (KKI), David Tobing, mengungkap masih maraknya peredaran galon guna ulang berusia tua atau "ganula" di pasaran. Sebanyak 92% konsumen melaporkan masih menerima "ganula" yang rentan meluruhkan zat kimia berbahaya Bisphenol A (BPA) ke dalam air minum.
Kondisi ini, menurut David, berpotensi mengancam kesehatan lebih dari 92 juta penduduk Indonesia karena banyak riset menunjukkan BPA berpotensi memicu obesitas, diabetes, dan gangguan reproduksi.
"Berdasarkan data BPS, ada 34% rumah tangga di Indonesia mengonsumsi air minum dari galon. Itu berarti lebih dari 26 juta rumah tangga. Jadi, dari pengaduan tersebut, bisa diperkirakan 92 juta penduduk terancam kesehatannya oleh peluruhan BPA," kata David mengungkap besarnya skala masalah ini dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, baru-baru ini.
Temuan tersebut merupakan kelanjutan dari tiga tahun aktivitas pemantauan intensif yang dilakukan KKI. Pada 2024, KKI menggelar survei nasional terhadap 450 responden, disusul investigasi langsung ke puluhan agen dan toko kelontong di Jabodetabek pada 2025. Sebagai tindak lanjut, KKI membuka Kanal Pengaduan Konsumen sepanjang Maret hingga April 2026.
Kondisi ini, menurut David, berpotensi mengancam kesehatan lebih dari 92 juta penduduk Indonesia karena banyak riset menunjukkan BPA berpotensi memicu obesitas, diabetes, dan gangguan reproduksi.
"Berdasarkan data BPS, ada 34% rumah tangga di Indonesia mengonsumsi air minum dari galon. Itu berarti lebih dari 26 juta rumah tangga. Jadi, dari pengaduan tersebut, bisa diperkirakan 92 juta penduduk terancam kesehatannya oleh peluruhan BPA," kata David mengungkap besarnya skala masalah ini dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, baru-baru ini.
Temuan tersebut merupakan kelanjutan dari tiga tahun aktivitas pemantauan intensif yang dilakukan KKI. Pada 2024, KKI menggelar survei nasional terhadap 450 responden, disusul investigasi langsung ke puluhan agen dan toko kelontong di Jabodetabek pada 2025. Sebagai tindak lanjut, KKI membuka Kanal Pengaduan Konsumen sepanjang Maret hingga April 2026.
Lihat Juga :