Mayoritas Konsumen Keluhkan Bahaya Galon Tua, KKI: 92 Juta Penduduk Terancam BPA

Kamis, 07 Mei 2026 - 13:41 WIB
"Dari 250 pengaduan yang masuk dari tujuh kota besar, mayoritas pelapor memvalidasi bahwa mereka masih mengonsumsi air dari galon yang telah berusia di atas satu tahun atau ganula," lanjut David.

KKI juga menemukan bukti foto dari konsumen yang menunjukkan galon produksi tahun 2015—yang berarti telah berusia 11 tahun—masih bebas beredar dan digunakan untuk air minum. “Menariknya, walaupun miris, ada galon yang usianya 11 tahun. Di beberapa daerah sekitar Jakarta, galon-galon itu memang usianya banyak yang 10 tahun atau 5 tahunan ke atas. Galon ini sudah beredar kemana-mana,” papar David.

Baca Juga: Peneliti USU Uji Sampel Galon Guna Ulang, Bebas Kandungan BPA

Sejalan dengan usia galon-galon guna ulang yang menua, konsumen juga melaporkan kondisi galon yang mereka terima sangat memprihatinkan. Sebanyak 30% konsumen melaporkan galon sudah dalam keadaan kotor, lusuh, atau kusam, 18% retak, dan 2% penyok. "Nah, temuan kuncinya apa? Semakin tua usia galon, semakin beragam jenis keluhannya," tegasnya.

Risiko paparan BPA, menurut David, makin diperparah oleh buruknya perlakuan terhadap galon selama proses distribusi. “Kalau kita lihat di Tol Jagorawi, itu galon-galon kosong berangkat ke daerah Bogor, semuanya pakai bak terbuka. Galon yang terisi pakai bak terbuka juga,” kata David.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!