Kurs Rupiah Makin Parah, Hari Ini Sentuh Rp17.706 per Dolar AS
Selasa, 19 Mei 2026 - 16:19 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan, Selasa (19/5/2026) dengan penurunan hingga 38 poin atau sekitar 0,22% ke posisi Rp17.706. Foto/Dok
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan, Selasa (19/5/2026) dengan penurunan hingga 38 poin atau sekitar 0,22% ke posisi Rp17.706 per dolar AS. Pelemahan mata uang Garuda juga terlihat pada data JISDOR BI, dimana hari ini bertengger pada level Rp17.719 per USD.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa sentimen datang dari global yaitu Presiden AS Donald Trump mengatakan menunda serangan yang direncanakan terhadap Iran untuk memungkinkan negosiasi guna mengakhiri perang di Timur Tengah.
“Trump mengatakan pada hari Senin bahwa ada peluang yang sangat baik Amerika Serikat dapat mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir, beberapa jam setelah mengumumkan penundaan aksi militer untuk memungkinkan pembicaraan,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Baca Juga: BI Janjikan Rupiah Stabil di Bulan Juli, Targetkan Kurs Rp16.200 per Dolar AS
Konflik Timur Tengah secara efektif telah menutup Selat Hormuz, jalur air penting yang membawa sekitar seperlima pasokan minyak global, menimbulkan kekhawatiran akan gangguan pasokan.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa sentimen datang dari global yaitu Presiden AS Donald Trump mengatakan menunda serangan yang direncanakan terhadap Iran untuk memungkinkan negosiasi guna mengakhiri perang di Timur Tengah.
“Trump mengatakan pada hari Senin bahwa ada peluang yang sangat baik Amerika Serikat dapat mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir, beberapa jam setelah mengumumkan penundaan aksi militer untuk memungkinkan pembicaraan,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Baca Juga: BI Janjikan Rupiah Stabil di Bulan Juli, Targetkan Kurs Rp16.200 per Dolar AS
Konflik Timur Tengah secara efektif telah menutup Selat Hormuz, jalur air penting yang membawa sekitar seperlima pasokan minyak global, menimbulkan kekhawatiran akan gangguan pasokan.
Lihat Juga :