Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel

Senin, 20 Juli 2026 - 07:27 WIB
loading...
Dolar AS Makin Ganas...
Eskalasi konflik militer antara AS dan Iran memicu aksi buru aset aman (safe-haven), membuat mata uang dolar AS (USD) bergerak perkasa, sementara harga minyak mentah dunia melesat tanpa kendali. Foto/Dok Reuters
A A A
JAKARTA - Pasar keuangan global langsung dihantam badai kepanikan pada pembukaan perdagangan Asia, Senin pagi (20/7/2026). Eskalasi konflik militer yang makin intensif antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu aksi buru aset aman (safe-haven), membuat mata uang dolar AS (USD) bergerak perkasa, sementara harga minyak mentah dunia melesat tanpa kendali.

Sentimen investor global berada di titik nadir setelah AS mengonfirmasi telah meluncurkan serangan udara berturut-turut ke wilayah Iran. Aksi balasan ini dipicu oleh tewasnya dua personel militer AS di Yordania sebelumnya.

Di sisi lain, Iran merespons keras dengan menangguhkan seluruh komitmennya dalam kesepakatan damai sementara (interim peace deal). Baca Juga: AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel

Minyak Dunia Sentuh USD90/Barel: Ancaman Inflasi Jilid Baru

Dampak langsung dari meletusnya konflik bersenjata AS versus Iran ini menghantam sektor komoditas. Harga minyak mentah berjangka Brent melonjak tajam 3,3% hingga menyentuh angka USD90,97 per barel pada awal perdagangan di Asia.



"Sentimen pasar terus memburuk seiring kekhawatiran valuasi sektor semikonduktor yang menekan selera risiko, ditambah ketegangan Timur Tengah yang meningkat drastis setelah Iran membatalkan komitmen damainya," tulis tim analis Westpac dalam laporan risetnya pagi ini.

Baca Juga: Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali

Bagi negara importir minyak seperti Indonesia, lonjakan Brent ke level berkali-kali lipat di atas asumsi makro ini menjadi alarm bahaya karena berpotensi memicu lonjakan subsidi BBM dan inflasi barang impor.

Dolar AS Ngamuk, Mata Uang Global Bertumbangan

Kepanikan geopolitik memaksa para pengelola dana besar mengamankan aset mereka ke dalam bentuk Greenback (dolar AS). Akibatnya, Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan volatilitas mata uang paman sam terhadap enam mata uang utama merangkak naik ke level 100.84.

Berikut adalah dampak hantaman keperkasaan dolar terhadap mata uang global pada pagi ini yen Jepang (JPY) keok 0,1% ke level 162.48 per dolar AS, untuk menyentuh posisi terlemahnya sejak 9 Juli. Sedangkan euro (EUR) melemah 0,1% dan tertahan di level USD1,1426.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
Lebih Ngeri dari Blokade...
Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
Rekomendasi
Menhut Raja Juli Irit...
Menhut Raja Juli Irit Bicara saat Dicecar Wartawan soal KPK, Hanya Ucapkan Terima Kasih
DNIKS dan Diplomasi...
DNIKS dan Diplomasi Kesejahteraan Sosial Indonesia
Mendagri Prihatin Kepala...
Mendagri Prihatin Kepala Daerah Kena OTT Lagi, Padahal Sudah Retret-Pembekalan
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved