Rupiah Tertekan, Ichsanuddin Noorsy: Beban Fiskal dan Sektor Riil Kian Berat
Jum'at, 22 Mei 2026 - 12:00 WIB
Dari sisi moneter, intervensi yang dilakukan otoritas untuk menjaga stabilitas nilai tukar turut menggerus cadangan devisa. Sepanjang Januari hingga April 2026, devisa tercatat terkuras sekitar USD8,4 miliar atau rata-rata USD2,1 miliar per bulan.
"Artinya secara moneter kita tertekan, cadangan devisa tergerus, dan pada saat yang sama likuiditas di pasar juga tersedot," katanya.
Tekanan tersebut berdampak pada sektor riil yang mulai menunjukkan perlambatan aktivitas produksi. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang berada di bawah level ekspansi.
Noorsy menambahkan, fenomena meningkatnya pinjaman yang belum dicairkan (undisbursed loan) serta tingginya rasio kredit bermasalah pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menunjukkan adanya kehati-hatian yang tinggi dari perbankan dan pelaku usaha.
Ia juga menyoroti, akar persoalan tidak terletak pada individu pejabat, melainkan pada sistem ekonomi yang dinilai belum sehat dan cenderung berpihak pada korporasi besar.
"Artinya secara moneter kita tertekan, cadangan devisa tergerus, dan pada saat yang sama likuiditas di pasar juga tersedot," katanya.
Tekanan tersebut berdampak pada sektor riil yang mulai menunjukkan perlambatan aktivitas produksi. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang berada di bawah level ekspansi.
Noorsy menambahkan, fenomena meningkatnya pinjaman yang belum dicairkan (undisbursed loan) serta tingginya rasio kredit bermasalah pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menunjukkan adanya kehati-hatian yang tinggi dari perbankan dan pelaku usaha.
Ia juga menyoroti, akar persoalan tidak terletak pada individu pejabat, melainkan pada sistem ekonomi yang dinilai belum sehat dan cenderung berpihak pada korporasi besar.
Lihat Juga :