Daftar Negara dengan Konsumsi Listrik Terbesar Dunia, Indonesia Masuk Daftar
Rabu, 27 Mei 2026 - 21:01 WIB
Baca Juga: Daftar Negara dengan Konsumsi Minyak Terbesar Dunia, di Mana Posisi Indonesia?
India berada di peringkat ketiga dengan konsumsi sekitar 1.956 TWh, didorong populasi besar, urbanisasi, serta kebutuhan industri dan pertanian. Batu bara masih menjadi sumber utama listrik, meskipun energi terbarukan terus berkembang. Negara lain dengan konsumsi tinggi antara lain Rusia 1.162 TWh yang didorong industri berat dan iklim dingin, serta Jepang 1.013 TWh yang mengandalkan listrik untuk kota padat, manufaktur, dan transportasi.
Di kawasan berkembang, Brasil 725 TWh dan Korea Selatan 617 TWh menunjukkan tingginya kebutuhan energi untuk industri dan perkotaan. Sementara Jerman (505 TWh) terus bertransisi ke energi terbarukan setelah menghentikan pembangkit nuklir. Negara Timur Tengah seperti Arab Saudi 422 TWh dan Iran 380 TWh juga mencatat konsumsi tinggi, didorong kebutuhan pendinginan, industri energi, serta pertumbuhan kota.
Adapun Indonesia masuk dalam daftar dengan konsumsi sekitar 351 TWh per tahun, didorong oleh sektor pertambangan, industri, serta pembangunan smelter nikel. Batu bara masih menjadi tulang punggung pasokan listrik nasional, meskipun pengembangan energi terbarukan mulai meningkat. Konsumsi listrik global diperkirakan akan terus meningkat, menjadikan efisiensi energi dan transisi ke sumber energi bersih sebagai tantangan utama bagi banyak negara.
India berada di peringkat ketiga dengan konsumsi sekitar 1.956 TWh, didorong populasi besar, urbanisasi, serta kebutuhan industri dan pertanian. Batu bara masih menjadi sumber utama listrik, meskipun energi terbarukan terus berkembang. Negara lain dengan konsumsi tinggi antara lain Rusia 1.162 TWh yang didorong industri berat dan iklim dingin, serta Jepang 1.013 TWh yang mengandalkan listrik untuk kota padat, manufaktur, dan transportasi.
Di kawasan berkembang, Brasil 725 TWh dan Korea Selatan 617 TWh menunjukkan tingginya kebutuhan energi untuk industri dan perkotaan. Sementara Jerman (505 TWh) terus bertransisi ke energi terbarukan setelah menghentikan pembangkit nuklir. Negara Timur Tengah seperti Arab Saudi 422 TWh dan Iran 380 TWh juga mencatat konsumsi tinggi, didorong kebutuhan pendinginan, industri energi, serta pertumbuhan kota.
Adapun Indonesia masuk dalam daftar dengan konsumsi sekitar 351 TWh per tahun, didorong oleh sektor pertambangan, industri, serta pembangunan smelter nikel. Batu bara masih menjadi tulang punggung pasokan listrik nasional, meskipun pengembangan energi terbarukan mulai meningkat. Konsumsi listrik global diperkirakan akan terus meningkat, menjadikan efisiensi energi dan transisi ke sumber energi bersih sebagai tantangan utama bagi banyak negara.
(nng)
Lihat Juga :