RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
Rabu, 24 Juni 2026 - 18:29 WIB
Pelatihan yang menjadi bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) 2026 itu difokuskan pada peningkatan kemampuan petani dalam menentukan tingkat kematangan buah, mengurangi kehilangan hasil (losses), serta menjaga mutu TBS agar memiliki rendemen minyak yang lebih tinggi.
Tulus menegaskan ketepatan waktu panen menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil budidaya yang telah dilakukan petani. Menurutnya, kesalahan saat panen dapat berdampak langsung pada penurunan kualitas buah dan harga jual di tingkat petani.
Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, M. Ichwansyah, mengatakan panen merupakan fase paling menentukan dalam menjaga kualitas TBS. Panen yang terlalu cepat maupun terlambat akan memengaruhi rendemen minyak dan nilai ekonomi hasil panen.
“Panen yang tepat berarti buah dipetik pada tingkat kematangan optimal, dengan kehilangan hasil seminimal mungkin. Jika panen terlalu cepat atau terlambat, dampaknya langsung terasa pada rendemen minyak dan harga jual,” kata Ichwansyah.
Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di bawah RPN, Dr. Winarna, menilai transfer hasil riset kepada petani perlu terus diperkuat agar praktik panen berkualitas dapat diterapkan secara konsisten di lapangan.
Tulus menegaskan ketepatan waktu panen menjadi kunci untuk mengoptimalkan hasil budidaya yang telah dilakukan petani. Menurutnya, kesalahan saat panen dapat berdampak langsung pada penurunan kualitas buah dan harga jual di tingkat petani.
Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, M. Ichwansyah, mengatakan panen merupakan fase paling menentukan dalam menjaga kualitas TBS. Panen yang terlalu cepat maupun terlambat akan memengaruhi rendemen minyak dan nilai ekonomi hasil panen.
“Panen yang tepat berarti buah dipetik pada tingkat kematangan optimal, dengan kehilangan hasil seminimal mungkin. Jika panen terlalu cepat atau terlambat, dampaknya langsung terasa pada rendemen minyak dan harga jual,” kata Ichwansyah.
Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di bawah RPN, Dr. Winarna, menilai transfer hasil riset kepada petani perlu terus diperkuat agar praktik panen berkualitas dapat diterapkan secara konsisten di lapangan.
Lihat Juga :