Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Kamis, 25 Juni 2026 - 22:17 WIB
Mahasiswa diperkenalkan pada metode pengelolaan keuangan 50/30/20, yakni alokasi 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk gaya hidup, dan 20 persen untuk tabungan maupun investasi. Peserta juga diajak memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan agar lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial.
Kredit Pintar dan AFPI turut mengingatkan mahasiswa mengenai risiko penggunaan pinjaman daring, seperti potensi beban bunga, utang berlebih, hingga penyalahgunaan data pribadi pada layanan ilegal. Karena itu, masyarakat diimbau memastikan layanan keuangan yang digunakan telah terdaftar dan diawasi OJK.
"Kebiasaan finansial yang baik bukan berarti menahan diri dari segala pengeluaran, tetapi mengatur prioritas secara cerdas. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi masa depan finansial seseorang," ujar Puji.
Baca Juga: Jangan hanya Lihat Bunga, Pahami Cicilan Sebelum Ajukan Pindar
Kredit Pintar mencatat hingga saat ini aplikasinya telah diunduh lebih dari 36 juta kali. Sepanjang 2025, perusahaan menyalurkan pinjaman lebih dari Rp9,5 triliun, sedangkan total akumulasi penyaluran sejak berdiri pada 2017 telah melampaui Rp64 triliun.
Kredit Pintar dan AFPI turut mengingatkan mahasiswa mengenai risiko penggunaan pinjaman daring, seperti potensi beban bunga, utang berlebih, hingga penyalahgunaan data pribadi pada layanan ilegal. Karena itu, masyarakat diimbau memastikan layanan keuangan yang digunakan telah terdaftar dan diawasi OJK.
"Kebiasaan finansial yang baik bukan berarti menahan diri dari segala pengeluaran, tetapi mengatur prioritas secara cerdas. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi masa depan finansial seseorang," ujar Puji.
Baca Juga: Jangan hanya Lihat Bunga, Pahami Cicilan Sebelum Ajukan Pindar
Kredit Pintar mencatat hingga saat ini aplikasinya telah diunduh lebih dari 36 juta kali. Sepanjang 2025, perusahaan menyalurkan pinjaman lebih dari Rp9,5 triliun, sedangkan total akumulasi penyaluran sejak berdiri pada 2017 telah melampaui Rp64 triliun.
(nng)
Lihat Juga :