Dirut BPJS Kesehatan Ungkap JKN Dongkrak PDB Rp129 Triliun dan Serap 3,5 Juta Pekerja
Kamis, 02 Juli 2026 - 18:04 WIB
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyatakan, bahwa program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Foto/Dok
JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan menyatakan, bahwa program Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN ) memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional . Kontribusi tersebut dinilai mampu mendorong aktivitas produktif masyarakat secara berkelanjutan.
Program jaminan sosial ini tidak lagi dipandang sekadar sebagai penyedia jaring pengaman kesehatan bagi masyarakat. Lebih dari itu, skema tersebut kini terbukti menjadi salah satu pilar penopang produk domestik bruto (PDB) nasional.
"Dampak dari program JKN ini terhadap perekonomian dan kesejahteraan salah satunya terlihat pada peningkatan PDB sebesar Rp129 triliun," ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito dalam paparan publik di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga: Kredensialing Jadi Kunci Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Peningkatan PDB sebesar Rp129 triliun ini, kata pria yang akrab disapa Pujo ini merupakan pencapaian penting karena nilainya melonjak dua kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Stimulus ekonomi makro ini berdampak langsung pada indikator ketenagakerjaan dan pengembangan sektor-sektor usaha produktif di Indonesia.
Program jaminan sosial ini tidak lagi dipandang sekadar sebagai penyedia jaring pengaman kesehatan bagi masyarakat. Lebih dari itu, skema tersebut kini terbukti menjadi salah satu pilar penopang produk domestik bruto (PDB) nasional.
"Dampak dari program JKN ini terhadap perekonomian dan kesejahteraan salah satunya terlihat pada peningkatan PDB sebesar Rp129 triliun," ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito dalam paparan publik di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga: Kredensialing Jadi Kunci Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Peningkatan PDB sebesar Rp129 triliun ini, kata pria yang akrab disapa Pujo ini merupakan pencapaian penting karena nilainya melonjak dua kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Stimulus ekonomi makro ini berdampak langsung pada indikator ketenagakerjaan dan pengembangan sektor-sektor usaha produktif di Indonesia.
Lihat Juga :