Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia

Senin, 13 Juli 2026 - 08:52 WIB
Takeda menjalin kemitraan strategis dengan Pemerintah Indonesia mengembangkan industri biofarmasi berbasis plasma. FOTO/Shutterstock
JAKARTA - Perusahaan biofarmasi global Takeda menjalin kemitraan strategis dengan Pemerintah Indonesia untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional sekaligus mengembangkan industri biofarmasi berbasis plasma. Dalam kerja sama tersebut, Takeda menyiapkan investasi awal hingga USD30 juta atau setara Rp542 miliar guna membangun ekosistem produk obat derivat plasma (PODP) di Indonesia.

"Inisiatif ini mencerminkan komitmen Pemerintah Indonesia untuk membangun industri strategis di sektor kesehatan dan memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap pengobatan penting dan inovatif," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam pengumuman kemitraan di Osaka, Jepang, seperti dikutip dari pernyataan resmi, Senin (13/7/2026).



Baca Juga: Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?

Kemitraan yang melibatkan Kementerian Kesehatan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta Takeda tersebut menandai dimulainya pengembangan ekosistem industri plasma nasional. Sebagai bagian dari kerja sama itu, Kementerian Kesehatan menetapkan Takeda sebagai industri farmasi yang dapat menyelenggarakan fraksionasi plasma, sehingga perusahaan dapat melakukan pengumpulan plasma dan pengolahan produk obat derivat plasma secara bertahap.

Pada tahap awal, Takeda akan menginvestasikan hingga USD30 juta dalam kurun dua tahun untuk membangun sejumlah bank plasma di Indonesia. Hasil pengembangan tahap awal tersebut akan menjadi dasar evaluasi bersama pemerintah sebelum diperluas menjadi jaringan bank plasma nasional. Seluruh fasilitas akan menerapkan standar mutu internasional serta memanfaatkan pengalaman global Takeda dalam pengelolaan donor plasma.

President Plasma-Derived Therapies Takeda Ramy Riad mengatakan investasi tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam memperluas akses masyarakat terhadap produk obat derivat plasma sekaligus mendukung pembangunan industri kesehatan nasional. Menurut dia, selain meningkatkan layanan kesehatan, investasi tersebut diharapkan menciptakan lapangan kerja berketerampilan tinggi, memperkuat transfer teknologi, dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor biofarmasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!