Pemerintah NSW Beri Jalur Cepat Proyek Sydney Senilai Rp25 T Besutan Iwan Sunito
Kamis, 16 Juli 2026 - 19:31 WIB
Lebih dari empat dekade lalu, ia meninggalkan Indonesia untuk menempuh pendidikan arsitektur di Australia dengan sebuah impian sederhana: suatu hari dapat berkontribusi dalam membangun kota-kota dunia. Setelah lebih dari 25 tahun berkarya di industri properti Australia, Five Dock menjadi babak baru dalam perjalanan tersebut.
Dua Arsitek, Satu Visi
Proyek ini juga mempertemukan kembali Iwan Sunito dengan arsitek internasional Koichi Takada, yang dipercaya merancang kawasan terpadu yang menggabungkan hunian, hotel, retail, ruang komersial, serta ruang publik dalam satu visi pembangunan kota yang berkelanjutan. Five Dock memiliki karakter yang unik karena mempertemukan dua arsitek dengan perjalanan profesional dan filosofi desain yang berbeda, namun saling melengkapi.
Iwan Sunito meraih gelar Bachelor of Architecture with Honours dan Master of Construction Management dari UNSW Sydney sebelum menjadi arsitek terdaftar di New South Wales dan membangun reputasinya sebagai salah satu pengembang properti paling dikenal di Sydney. Latar belakang tersebut membentuk cara pandang Iwan terhadap pengembangan kota.
Baginya, sebuah proyek tidak hanya diukur dari nilai investasi, luas bangunan, atau kelayakan finansial, tetapi juga dari kualitas pengalaman manusia yang tercipta di dalamnya. Selama lebih dari 25 tahun, Iwan telah memimpin berbagai proyek residensial dan mixed-use yang turut membentuk skyline Sydney.
Sementara Koichi Takada dikenal secara internasional melalui pendekatan desainnya yang organik, emosional, dan terinspirasi oleh alam. Karya-karyanya menempatkan hubungan antara manusia, arsitektur, lanskap, dan lingkungan sebagai inti dari pengalaman sebuah ruang. Five Dock mempertemukan perspektif Iwan sebagai arsitek, pengembang, investor, dan pembentuk komunitas dengan keberanian artistik serta pendekatan desain khas Koichi Takada.
Kolaborasi ini bukan sekadar hubungan antara pengembang dan konsultan desain. Ini adalah pertemuan dua arsitek dengan satu visi: menciptakan salah satu destinasi perkotaan paling berkarakter bagi generasi baru Sydney.
"Selama lebih dari 25 tahun kami turut membangun berbagai bagian dari skyline Sydney. Kini kami ingin melangkah lebih jauh—bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun sebuah komunitas yang hidup; tempat orang dapat tinggal, bekerja, berkumpul, dan menikmati kehidupan selama puluhan tahun ke depan. Itulah warisan yang ingin kami tinggalkan," ujar Iwan.
Dua Arsitek, Satu Visi
Proyek ini juga mempertemukan kembali Iwan Sunito dengan arsitek internasional Koichi Takada, yang dipercaya merancang kawasan terpadu yang menggabungkan hunian, hotel, retail, ruang komersial, serta ruang publik dalam satu visi pembangunan kota yang berkelanjutan. Five Dock memiliki karakter yang unik karena mempertemukan dua arsitek dengan perjalanan profesional dan filosofi desain yang berbeda, namun saling melengkapi.
Iwan Sunito meraih gelar Bachelor of Architecture with Honours dan Master of Construction Management dari UNSW Sydney sebelum menjadi arsitek terdaftar di New South Wales dan membangun reputasinya sebagai salah satu pengembang properti paling dikenal di Sydney. Latar belakang tersebut membentuk cara pandang Iwan terhadap pengembangan kota.
Baginya, sebuah proyek tidak hanya diukur dari nilai investasi, luas bangunan, atau kelayakan finansial, tetapi juga dari kualitas pengalaman manusia yang tercipta di dalamnya. Selama lebih dari 25 tahun, Iwan telah memimpin berbagai proyek residensial dan mixed-use yang turut membentuk skyline Sydney.
Sementara Koichi Takada dikenal secara internasional melalui pendekatan desainnya yang organik, emosional, dan terinspirasi oleh alam. Karya-karyanya menempatkan hubungan antara manusia, arsitektur, lanskap, dan lingkungan sebagai inti dari pengalaman sebuah ruang. Five Dock mempertemukan perspektif Iwan sebagai arsitek, pengembang, investor, dan pembentuk komunitas dengan keberanian artistik serta pendekatan desain khas Koichi Takada.
Kolaborasi ini bukan sekadar hubungan antara pengembang dan konsultan desain. Ini adalah pertemuan dua arsitek dengan satu visi: menciptakan salah satu destinasi perkotaan paling berkarakter bagi generasi baru Sydney.
"Selama lebih dari 25 tahun kami turut membangun berbagai bagian dari skyline Sydney. Kini kami ingin melangkah lebih jauh—bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun sebuah komunitas yang hidup; tempat orang dapat tinggal, bekerja, berkumpul, dan menikmati kehidupan selama puluhan tahun ke depan. Itulah warisan yang ingin kami tinggalkan," ujar Iwan.
Lihat Juga :