Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:48 WIB
Di tingkat sektor usaha, industri logam dasar serta barang logam bukan mesin mencatatkan realisasi terbesar senilai Rp150,4 triliun (14,9%), diikuti sektor jasa lainnya yang didominasi data center sebesar Rp114 triliun (11,3%), pertambangan Rp105 triliun, transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sekitar 10,2%, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar 8,5%.

Rosan menekankan juga soal penyebaran investasi pengolahan bahan baku menunjukkan tren desentralisasi. Melalui dominasi yang terpusat di berbagai daerah penopang, industri hilirisasi dinilai menggerakkan pertumbuhan ekonomi regional secara merata.

"Tapi memang kalau kita lihat sedikit, investasi di bidang hilirisasi ini didominasi justru memang di luar Jawa," kata Rosan.

Secara detail ihwal realisasi hilirisasi di luar Jawa tercatat mendominasi hingga mencapai 75,7% atau senilai Rp227,3 triliun. Untuk pilar hilirisasi domestik menyerap modal sebesar Rp87,3 triliun, sementara PMA di sektor hilirisasi mencatatkan angka yang jauh lebih tinggi sebesar Rp212,8 triliun.

Wilayah-wilayah seperti Maluku Utara, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) tercatat menjadi pusat-pusat baru bagi berjalannya hilirisasi berskala masif tersebut.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!