BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T

Jum'at, 24 Juli 2026 - 16:13 WIB
Yayasan Kembara Nusa bersama GIGI.ID, Basecamp Melangkiki, dan BRI Peduli menghadirkan layanan kesehatan gigi gratis bagi masyarakat di Kabupaten Alor, NTT. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Yayasan Kembara Nusa bersama GIGI.ID, Basecamp Melangkiki, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Peduli menghadirkan layanan kesehatan gigi gratis bagi masyarakat di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, pada 23–24 Juli 2026. Program yang menyasar 500 warga di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tersebut memadukan pemeriksaan, perawatan, dan edukasi kesehatan gigi guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Alor menjadi perhatian kami mengingat masih adanya tantangan terhadap akses layanan kesehatan gigi. Tujuan kami bukan hanya menangani keluhan, tetapi juga membantu masyarakat mencegah masalah gigi berulang. Karena itu, pemeriksaan dan perawatan selalu kami lengkapi dengan edukasi menyikat gigi yang benar dan pentingnya pemeriksaan rutin," kata Co-Founder Kembara Nusa drg. Stella Valentina dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026).



Baca Juga: Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI

Program tersebut melibatkan 74 relawan lintas profesi yang terdiri atas 24 relawan dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk 21 dokter gigi umum dan spesialis serta tiga relawan nonmedis, yang bekerja sama dengan 50 anggota Basecamp Melangkiki. Layanan diberikan di Desa Kokar, Kecamatan Alor Barat Laut, serta Posyandu Lipa B di Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor.

Menurut Kembara Nusa, kegiatan di Alor merupakan bakti sosial keempat yang diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur sekaligus program pengabdian tahunan kedelapan sejak yayasan berdiri pada 2018. Program ini digelar sebagai respons terhadap masih tingginya persoalan kesehatan gigi dan terbatasnya akses layanan medis di sejumlah wilayah kepulauan.

Berdasarkan data Program Cek Kesehatan Gratis Kementerian Kesehatan pada 2025, masalah kesehatan gigi menjadi temuan paling dominan dengan sekitar satu dari dua peserta berusia 0–60 tahun mengalami gigi berlubang. Sementara pada 2026, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan mencatat 1,1 juta anak atau 41% dari anak yang diperiksa mengalami gigi berlubang. Di sisi lain, PB Persatuan Dokter Gigi Indonesia menyebut 26,8% puskesmas di Indonesia masih belum memiliki dokter gigi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!