Pertamina Patra Niaga Pimpin Pengembangan Ekosistem SAF di ASEAN

Jum'at, 24 Juli 2026 - 21:04 WIB
PT Pertamina Patra Niaga partisipasi dalam ASEAN Sustainable Aviation Fuel Workshop 2026 di Denpasar, Bali. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga memperkuat pengembangan ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Indonesia melalui partisipasi dalam ASEAN Sustainable Aviation Fuel Workshop 2026 di Denpasar, Bali. Forum yang diikuti negara-negara ASEAN tersebut menjadi ajang mempercepat kolaborasi pengembangan bahan bakar penerbangan rendah emisi guna mendukung dekarbonisasi sektor aviasi.

"Pertamina telah membangun ekosistem SAF terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui kolaborasi lintas sektor. SAF tersertifikasi CORSIA yang diproduksi di Green Refinery RU IV Cilacap kini telah disalurkan melalui Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai, menegaskan kesiapan Pertamina menyediakan bahan bakar aviasi berstandar internasional untuk mendukung dekarbonisasi penerbangan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan SAF di ASEAN," kata Vice President Aviation Fuel Business Pertamina Patra Niaga, Yosep Iswadi dalam keterangan pers, Jumat (24/7/2026).



Baca Juga: Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal

Yosep mengatakan forum yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bersama European Union Aviation Safety Agency (EASA) itu menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pengembangan SAF di kawasan ASEAN. Menurutnya, pengembangan ekosistem terintegrasi menjadi bagian dari strategi perusahaan mendukung target Net Zero Emissions (NZE) 2060 atau lebih cepat.

Pertamina memperkenalkan ekosistem SAF secara menyeluruh mulai dari pengumpulan minyak jelantah melalui program UCOllect, proses produksi menggunakan teknologi co-processing di Green Refinery RU IV Cilacap, hingga distribusi dan pengisian bahan bakar bagi maskapai penerbangan.

Hingga saat ini, Pertamina telah mengoperasikan 47 titik UCOllect yang berhasil mengumpulkan lebih dari 116 ribu liter minyak jelantah dari lebih dari 5.200 rumah tangga. Bahan baku tersebut diolah menjadi SAF yang mampu menurunkan emisi hingga 84% dibandingkan bahan bakar aviasi konvensional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!