Pertumbuhan Ekonomi Minus, Penanganan Covid -19 Jadi Kunci
Kamis, 24 September 2020 - 13:26 WIB
Penanganan Covid-19 menjadi kunci untuk keluar dari kontraksi ekonomi yang diramalkan berlanjut hingga akhir tahun ini. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Chief Economist Group Bank Mandiri, Andry Asmoro memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2020 berada pada rentang minus 2% sampai minus 3%.
"Kalau kita lihat bisa minus 2% hingga 3% di kuartal III. Lalu juga kami memperkirakan pertumbuhan full-year ekonomi Indonesia pada 2020 akan berada pada kisaran minus 1% sampai dengan minus 2%," tutur Andry dalam diskusi secara virtual, Kamis (24/9/2020).
(Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun Ini Diramal Minus 3%)
Menurut dia, penanganan Covid-19 menjadi kunci pemulihan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan penanganan dan penerapan protokol Covid-19 yang benar, maka Indonesia berpeluang mendapatkan porsi yang besar dari pemulihan ekonomi global.
"Jika kita bisa, maka peluang besar kita peroleh karena likuiditas cukup besar, suku bunga masih relatif rendah, dan ada permintaan yang tertahan," sambungnya.
Ditambahkannya, faktor-faktor positif yang terus menggerakkan pertumbuhan ekonomi adalah angka-angka ritel sudah melewati level terendahnya di bulan April dan Mei, suku bunga acuan Bank Indonesia masih rendah hingga 1-2 tahun ke depan, transfer dana atau bantuan sosial yang lebih besar di semester II tahun ini, serta omnibus law.
"Kalau kita lihat bisa minus 2% hingga 3% di kuartal III. Lalu juga kami memperkirakan pertumbuhan full-year ekonomi Indonesia pada 2020 akan berada pada kisaran minus 1% sampai dengan minus 2%," tutur Andry dalam diskusi secara virtual, Kamis (24/9/2020).
(Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun Ini Diramal Minus 3%)
Menurut dia, penanganan Covid-19 menjadi kunci pemulihan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan penanganan dan penerapan protokol Covid-19 yang benar, maka Indonesia berpeluang mendapatkan porsi yang besar dari pemulihan ekonomi global.
"Jika kita bisa, maka peluang besar kita peroleh karena likuiditas cukup besar, suku bunga masih relatif rendah, dan ada permintaan yang tertahan," sambungnya.
Ditambahkannya, faktor-faktor positif yang terus menggerakkan pertumbuhan ekonomi adalah angka-angka ritel sudah melewati level terendahnya di bulan April dan Mei, suku bunga acuan Bank Indonesia masih rendah hingga 1-2 tahun ke depan, transfer dana atau bantuan sosial yang lebih besar di semester II tahun ini, serta omnibus law.
Lihat Juga :