Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Jum'at, 17 Juli 2026 - 12:00 WIB
loading...
Pertumbuhan ekonomi China melambat menjadi 4,3% pada kuartal II 2026. FOTO/AP
A
A
A
BEIJING - Pertumbuhan ekonomi China melambat menjadi 4,3% pada kuartal II 2026, salah satu tingkat pertumbuhan triwulanan terendah sejak data produk domestik bruto (PDB) mulai dipublikasikan pada awal 1990-an. Realisasi tersebut berada di bawah target pemerintah sebesar 4,5% hingga 5%, sekaligus mencerminkan masih lemahnya permintaan domestik di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Intensitas dan besarnya pertumbuhan negatif kumulatif ini belum pernah terjadi sebelumnya. Bersama meningkatnya pengangguran, penurunan investasi harus mendapat perhatian penuh. Jika persoalan ini tidak diatasi, seluruh target ekonomi China akan menghadapi kesulitan," kata Ekonom Tsinghua University sekaligus penasihat Pemerintah China, Li Daokui dikutip dari The Guardian, Jumat (17/7/2026).
Baca Juga: Ekonomi China Melambat, Generasi Muda Hadapi Pengangguran dan Tekanan Hidup
Data yang dirilis Biro Statistik Nasional China menunjukkan perlambatan ekonomi terjadi meski kinerja ekspor masih tumbuh kuat. Sebelumnya, otoritas bea cukai China melaporkan nilai ekspor pada Juni melonjak 27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencerminkan tingginya permintaan dari pasar luar negeri.
Kontras antara ekspor yang meningkat dan pertumbuhan ekonomi yang melambat menunjukkan perekonomian China semakin bergantung pada sektor ekspor, sementara konsumsi rumah tangga dan investasi domestik belum pulih sepenuhnya. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Beijing dalam menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi.
"Intensitas dan besarnya pertumbuhan negatif kumulatif ini belum pernah terjadi sebelumnya. Bersama meningkatnya pengangguran, penurunan investasi harus mendapat perhatian penuh. Jika persoalan ini tidak diatasi, seluruh target ekonomi China akan menghadapi kesulitan," kata Ekonom Tsinghua University sekaligus penasihat Pemerintah China, Li Daokui dikutip dari The Guardian, Jumat (17/7/2026).
Baca Juga: Ekonomi China Melambat, Generasi Muda Hadapi Pengangguran dan Tekanan Hidup
Data yang dirilis Biro Statistik Nasional China menunjukkan perlambatan ekonomi terjadi meski kinerja ekspor masih tumbuh kuat. Sebelumnya, otoritas bea cukai China melaporkan nilai ekspor pada Juni melonjak 27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencerminkan tingginya permintaan dari pasar luar negeri.
Kontras antara ekspor yang meningkat dan pertumbuhan ekonomi yang melambat menunjukkan perekonomian China semakin bergantung pada sektor ekspor, sementara konsumsi rumah tangga dan investasi domestik belum pulih sepenuhnya. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Beijing dalam menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi.
Lihat Juga :