Erick Thohir Likuidasi 14 BUMN, Tiga Perseroan 'Sakit' Ini Masuk Daftar?
Rabu, 30 September 2020 - 19:03 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Keinginan Menteri BUMN Erick Thohir untuk melikuidasi 14 perseroan pelat merah sempat disampaikan oleh staf khusus menteri BUMN Arya Sinulingga. Meski belum ada pernyataan resmi ihwal pembubaran itu, Arya juga sempat menyinggung tiga perseroan yang dikategorikan 'sakit' atau tidak produktif.
Dalam diskusi yang digelar secara virtual pada beberapa hari lalu, Arya mengatakan tiga BUMN yang masuk dalam kategori sakit diantaranya PT Merpati Airline, PT Kertas Kraft Aceh (KKA) dan PT Industri Gelas. "Merpati, misalnya, sampai sekarang masih hidup dan kita enggak bisa apa-apain," ujar Arya, dikutip pada Rabu (30/9/2020).
Setelah rencana likuidasi ke-14 perseroan itu disampaikan langsung Arya Sinulingga, awak pun media mencoba mengkonfirmasi perihal nama-nama perusahaan negara yang akan dibubarkan kepada Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto usai melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR.
Meski demikian, Susyanto irit bicara. Dia bilang, biarkan informasi likuidasi BUMN disampaikan satu pintu saja. "Maaf, kalau hanya ini yang ditanyakan, kalau urusan yang lain kita sudah sampaikan bahwa menteri (Erick Thohir) sudah mencoba, tapi biarkan itu di satu pintu aja, sorry," ujar dia di Jakarta, Rabu (30/9/2020). (Baca: Bakal Dikubur, Kementerian BUMN Tutup Mulut Soal Nama 14 BUMN )
Dalam diskusi yang digelar secara virtual pada beberapa hari lalu, Arya mengatakan tiga BUMN yang masuk dalam kategori sakit diantaranya PT Merpati Airline, PT Kertas Kraft Aceh (KKA) dan PT Industri Gelas. "Merpati, misalnya, sampai sekarang masih hidup dan kita enggak bisa apa-apain," ujar Arya, dikutip pada Rabu (30/9/2020).
Setelah rencana likuidasi ke-14 perseroan itu disampaikan langsung Arya Sinulingga, awak pun media mencoba mengkonfirmasi perihal nama-nama perusahaan negara yang akan dibubarkan kepada Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto usai melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR.
Meski demikian, Susyanto irit bicara. Dia bilang, biarkan informasi likuidasi BUMN disampaikan satu pintu saja. "Maaf, kalau hanya ini yang ditanyakan, kalau urusan yang lain kita sudah sampaikan bahwa menteri (Erick Thohir) sudah mencoba, tapi biarkan itu di satu pintu aja, sorry," ujar dia di Jakarta, Rabu (30/9/2020). (Baca: Bakal Dikubur, Kementerian BUMN Tutup Mulut Soal Nama 14 BUMN )
Lihat Juga :