Pangkas 250 BUMN, Prabowo Sebut Negara Hemat Rp50 Triliun

Senin, 20 Juli 2026 - 18:09 WIB
loading...
Pangkas 250 BUMN, Prabowo...
Presiden Prabowo Subianto. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyebut konsolidasi badan usaha milik negara (BUMN) melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah memangkas 250 perusahaan, sehingga mampu menghemat biaya operasional negara hingga Rp50 triliun. Pemerintah menargetkan jumlah BUMN terus dipangkas menjadi sekitar 350 entitas pada akhir 2027.

"Dan ada laporan, dengan ditutupnya 250 BUMN, overhead, biaya rutin yang bisa diselamatkan adalah Rp50 triliun. Rp50 triliun misal untuk gaji direksi, gaji komisaris, sewa gedung, bayar listrik, bayar transport, bayar ini, rapat kerja, Rp50 triliun," ujar Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026).

Baca Juga: Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna, Evaluasi Jelang 2 Tahun Pemerintahan

Prabowo mengatakan pembentukan Danantara menjadi langkah strategis untuk mengonsolidasikan aset-aset negara yang sebelumnya tersebar di berbagai perusahaan. Menurut dia, seluruh aset tersebut kini dikelola secara profesional sebagai sovereign wealth fund dengan nilai aset yang telah melampaui USD1.000 miliar dan diproyeksikan menjadi sumber pembiayaan pembangunan jangka panjang.



Dia mengungkapkan, saat awal pemerintahannya terdapat 1.077 BUMN yang mencakup perusahaan induk beserta anak, cucu, hingga cicit perusahaan. Melalui proses merger, penutupan, dan konsolidasi yang dipimpin Danantara, jumlah tersebut telah berkurang sebanyak 250 perusahaan hingga akhir Juli 2026.

Ia mengapresiasi kinerja jajaran Danantara yang dinilai mampu menjalankan transformasi BUMN dalam waktu relatif singkat. Menurut Prabowo, langkah tersebut merupakan bagian dari reformasi tata kelola perusahaan negara agar lebih efisien dan produktif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Enam Minggu Beroperasi,...
Enam Minggu Beroperasi, DSI Himpun Devisa USD10,5 Miliar
Prabowo Pamer Bank Emas...
Prabowo Pamer Bank Emas Indonesia Kelola 153 Ton Emas dalam Setahun
Prabowo Heran Minyak...
Prabowo Heran Minyak Goreng Sempat Langka, Padahal Indonesia Penghasil Sawit Terbesar
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
Jasa Marga Perkuat Penciptaan...
Jasa Marga Perkuat Penciptaan Nilai Berkelanjutan, Selaras Arah Transformasi Danantara
Prabowo: Gaji Hakim...
Prabowo: Gaji Hakim Naik Hampir 300%, Lebih Tinggi dari Singapura
Prabowo: 110 Masalah...
Prabowo: 110 Masalah Tuntas dalam 18 Bulan, Bukan Prestasi Kecil
Mensesneg Minta Jangan...
Mensesneg Minta Jangan Kaitkan Kasus Febrie Adriansyah dengan Prabowo
Rekomendasi
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Penglihatan Kabur Belum...
Penglihatan Kabur Belum Tentu Katarak, Bisa Jadi Retinopati Diabetik
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
Berita Terkini
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved